Ketika Dana Bencana Menjadi Saham, Krisis Amanah di BNPB

Oleh: Khairani Kembaren, S.T
datariau.com
155 view
Ketika Dana Bencana Menjadi Saham, Krisis Amanah di BNPB

Islam menyelesaikan korupsi bukan hanya dengan hukuman, tapi dengan sistem.

Pertama, Mengembalikan Makna Amanah. Jabatan adalah amanah yang akan ditanya di akhirat, bukan ghanimah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatihi". Memakan dana bencana dalam Islam sama dengan memakan harta anak yatim dan orang yang sedang terzhalimi.

Allah berfirman: "Dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (QS. Al-Anfal: 27)

Kedua, Sistem Pencegahan (Wiqayah). Umar bin Khattab radhiyallahu anhu melarang keras kerabat pejabat berbisnis dengan negara dan mewajibkan pejabat melaporkan harta sebelum dan sesudah menjabat. Maka solusi hari ini: haramkan total kerabat inti pejabat menjadi vendor di lembaganya sendiri, dan wajibkan portal transparansi real-time untuk setiap penggunaan DSP.

Ketiga, Sistem Sanksi yang Menjerakan (Uqubat). Dalam fikih, korupsi harta publik disebut (ghulul) khianat mengambil sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Hukumannya bukan sekadar penjara ringan. Harta wajib dikembalikan berlipat, pelaku di "tasyhir" (diumumkan keburukannya ke publik), dan dicabut haknya untuk selamanya memegang jabatan publik. Tanpa efek jera ini, koruptor akan keluar penjara tetap kaya dari saham yang sudah dibelinya.

Tugas kita bukan hanya mengawal 5 tersangka ini sampai pengadilan, tapi memastikan sistem yang melahirkannya tidak pernah tumbuh lagi.

Rasulullah ﷺ bersabda, doa orang yang terzhalimi itu tidak ada hijab dengan Allah. Bayangkan berapa banyak doa korban bencana yang terzhalimi karena haknya dibelikan saham.

Jangan biarkan jabatan membuat kita lupa bahwa kita akan pulang dengan membawa apa yang kita ghulul-kan, sebagaimana firman Allah: " barangsiapa yang berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu." (QS. Ali Imran: 161)

Semoga Allah menjaga kita dari ghulul.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)