Idul Adha dan Covid-19

Ruslan
279 view
Idul Adha dan Covid-19
Foto: Nirwanudin
Nirwanudin, Ketua Badan Kemakmuran Mesjid Taqwa Al-Mizan.

DATARIAU.COM - Momentum Idul Adha Tahun 1442 H kembali datang di tengah wabah pandemi covid 19, ajaran merayakan indul adha ini menjadi sakral bagi umat islam. Sebagaimana peristiwa itu dicatat dalam sejarah dan dinukil dalam al-quran surah Al Kautsar ayat 1 sampai 3.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus,".

Paduan antara shalat dan qurban menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan pada momentun idul qurban. Ketika hamba Allah telah berserah diri kepada sang Khaliq dalam bentuk spiritual shalat sunnah dua rekaat, maka kewajiban berikutnya adalah berbagi antar sesama atau Hablumminannas bagi yang mampu berqurban.

Sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam surah yang lain yaitu Al-Hajj ayat 34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

Lantas, bagaimana menggapai momentun idul adha di tengah wabah pendemi covid 19 ini?

Sebagai, seorang muslim yang taat kepada Allah mesti menyadari bahwa pandemi atau dalam bahasa sederhananya yaitu penyakit mestila kita waspadai. Namun, menghilangkan kesakralan idul adha dalam masa pandemi sungguh bukanlah solusi jitu sebagai seorang muslim yang percaya kepada qada dan qadarnya Allah.

Kita mesti paham, bahwa kita tidak mungkin ingin terjangkit pandemi. Namun kita juga sadar bahwa idul qurban adalah momentum bersejarah bagi umat islam yang tidak mungkin kita lewatkan begitu saja.

Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Yang mesti kita lakukan adalah berdamai dengan pandemi covid, kita tidak boleh takut begitu berlebihan terhadap terjangkit covid yang tengah marak di negeri kita. Kita mesti bangkit dan bergegas menghadapi covid pada momentum idul adha. Bukankah Allah telah mencoba keimanan Nabi Ibrahim 'Alaihisalam dalam menghadapi satu kenyataan pahit yaitu menyembeli anak kandungnya sendiri atas kepatuhan kepada Allah?

Agaknya ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, bahwa ditengah kesulitan Nabi Ibrahim 'Alaihisalam ada solusi terbaik dari Allah atas perintah yang tidak dapat di tolak itu. Allah kembali hadir dan memberikan asa bagi nabi ibrahim, Allah memberikan solusi yang sangat special untuk nabi ibrahim, yaitu mengganti sembelihan manjadi seekor kibas sebagai buah manis dari ketaatan nabi ibrahim atas segala perintah Allah.

Agaknya ini menjadi isyarat bagi kita, bahwa dari berbagai kesulitan yang terjadi di tengah krisis yang melanda negeri ini, jangan-jangan ini karena kita terus menjauh dari Allah. Atau jangan-jangan, kita terlalu sombong atas kekuasaan yang kita miliki. (*)

Wallahualambisawab.

*Penulis merupakan Ketua Badan Kemakmuran Mesjid Taqwa Al-Mizan Kecamatan Alafan dan Berkhitmat di Komunitas Warkop Literasi.

Penulis
: Nirwanudin
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com