Guru Beban Negara?

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
datariau.com
1.365 view
Guru Beban Negara?

Islam Sistem Terbaik Bernegara


Rasûlullâh Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, imam adalah raa’in (penggembala) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari). Hadis ini sangat jelas maknanya bahwa pemimpin adalah orang yang dikenai kewajiban mengurusi urusan rakyatnya, ibarat oramg tua merawat anaknya yang senantiasa memberikan yang terbaik agar anaknya tumbuh sehat, sejahtera dan aman.

Memahami lebih dalam berbagai sistem yang pernah diterapkan di dunia ini, Sosialisme, Kapitalisme dan Islam, hanya Islam saja yang sesuai fitrah manusia dan terbukti sepanjang 1300 tahun lamanya memimpin peradaban gemilang manusia di berbagai bangsa.

Karena Sistem Islam berisi syariat Allah Ta'ala yang tak hanya layak bagi kaum muslim sendiri tapi seluruh manusia ciptaan-Nya. Ada delapan tujuan pemeliharaan ketika syariat syariat Islam diwajibkan untuk diterapkan yaitu memelihara keturunan, memelihara akal, memelihara kemuliaan, memelihara jiwa, memelihara harta, memelihara agama, memelihara ketenteraman/keamanan dan memelihara negara.

Urusan pendidikan, hanyalah salah satu kebutuhan dasar individu rakyat yang jika dalam Sistem Islam akan dipenuhi pembiayaannya melalui Baitulmal. Sumber pendapatan Baitulmal dari hasil pengelolaan harta milik umum (energi, tambang, kekayaan hutan, dan lainnya), harta milik negara (jizyah, fa’i, kharaj, ushyur, tanah hima) dan zakat. Khusus zakat hanya boleh dibagikan ke delapan asnaf (golongan) yang sudah disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ketika negara disebut menjamin maka rakyat tidak menanggung konsekwensi apapun, termasuk tidak dibebani dengan pembayaran pajak dan biaya lainnya, seperti air, listrik, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Bahkan industrialisasi dikembangkan bukan hanya untuk ketahanan pangan nasional tapi juga memberi lapangan pekerjaan bagi rakyat, menjadi lapangan pekerjaan yang pasti bukan hanya janji selain terbuka juga kesempatan menjadi ASN.

Hendaklah menjadi perenungan bagi pemimpin kita hari ini melalui sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam berikut, ”Tidaklah seorang manusia yang diamanati Allah untuk mengurus urusan rakyat lalu mati dalam keadaan ia menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.” (HR Bukhari). Wallahualam bissawab.***

Tag:Guru
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)