DAMRI Sebut Anggaran Subsidi Angkutan Barang Perintis di Natuna Habis, BPTD Riau dan BPTD Kepri Saling Berbalas Pantun

datariau.com
1.859 view
DAMRI Sebut Anggaran Subsidi Angkutan Barang Perintis di Natuna Habis, BPTD Riau dan BPTD Kepri Saling Berbalas Pantun
Foto: ist
Surat edaran dari DAMRI yang menyebutkan bahwa jumlah rit angkutan barang di Natuna tinggal 218 rit, membuat para pengusaha di Natuna harus mengeluarkan modal besar untuk angkutan barang yang dibawa menggunakan armada tol laut.<

Dikutip dari halaman Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirullah menuturkan, sebanyak Rp 774 miliar untuk anggaran subsidi keperintisan di lingkup transportasi darat disiapkan padah tahun 2023.

Ia menerangkan bahwa ada 3 jenis layanan keperintisan di Perhubungan Darat yaitu angkutan jalan, angkutan barang, dan penyeberangan.

“Kita ingin dengan adanya angkutan perintis menjadi Indonesia-sentris sehingga tidak lagi Jawa-sentris. Inilah kenapa angkutan perintis perlu ada karena kita berupaya wilayah yang tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3 TP) harus dihubungkan sehingga terjangkau. Adapun rinciannya yaitu angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Rp 583 Miliar, Angkutan Jalan Perintis sebesar Rp 177,4 Miliar, dan Angkutan Barang Perintis sebesar Rp 13,5 Miliar,” kata Amirulloh.

Pada Tahun Anggaran 2023 ini subsidi keperintisan angkutan jalan ada pada 327 trayek dan subsidi angkutan barang ada di 6 lintasan, sementara untuk subsidi perintis penyeberangan ada di 274 lintas.

“Ada 6 hal yang menjadi prioritas kami dalam pengembangan angkutan jalan perintis yaitu perbatasan negara atau daerah terluar, daerah pendidikan nasional, daerah pasca bencana, daerah terisolir atau belum berkembang, kawasan transmigrasi, dan integrasi dengan moda angkutan perintis lainnya. Kami memang dengan tol laut sudah coba mengintegrasikan hal ini sehingga ke depannya harga manfaat dari tol laut yang sudah ada dapat lebih maksimal,” lanjutnya lagi.

Tak jauh berbeda dengan angkutan jalan perintis, angkutan barang perintis juga hadir di wilayah-wilayah 3TP yang sangat membutuhkan sarana transportasi bagi barang kebutuhan masyarakat seperti di Tanjung Selor, Timika, Natuna, Merauke, dan Banda Aceh.

“Angkutan barang perintis hadir di daerah-daerah yang terintegrasi dengan tol laut karena itu hadir di pelabuhan yang ada rute tol lautnya. Dari evaluasi kami, selain disparitas harga yang mulai berkurang bahwa ada harga yang mulai turun dengan kehadiran pelayanan ini,” pungkas Amirulah. (ari)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)