NATUNA, datariau.com - Hilangnya sejumlah obat yang mengandung narkotika di RSUD Natuna sejak lebih kurang 5 bulan lalu, hingga kini belum terungkap siapa pelakunya. Kepolisian sudah melakukan olah TKP 3 kali.
Obat yang hilang termasuk dari obat-obatan jenis narkotika di RSUD Natuna ini diantaranya Fentanil Injeksi 0,05MG/ML, Petidin Injeksi 10 MG, Morphin Injeksi, Anesfar Injeksi, Stesolid Injeksi.
"Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP. Kejadian ini sudah dilaporkan pihak RSUD sejak tanggal 17 Juli 2017 dan kami sudah melakukan upanya dan pemanggilan saksi yaitu dari pihak direktur rumah sakitnya dr Faisal, penjaga gudang dan 2 pegawai RSUD, memang sampai saat sekarang belum ditemui titik terang yang jelas," kata Brigadir Daniel Heri SE selaku Kanit Reksrim Polsek Bunguran Timur, Kamis siang (7/12/2017).
Danil berjanji akan mengusut masalah ini sampai tuntas dan akan menemukan siapa pelaku tersebut. Polisi juga berharap informasi pihak media maupun masyarakat.
"Hasil yang kita dapat dari olah TKP saat ini hanya jejak kaki yang masuk ke daerah tersebut dan untuk penyongkelan atau pintu yang rusak serta lemari itu hanya sedikit yang tercongkel, disaat laporan itu kami terima dan kami olah TKP," terangnya.
Memang, lanjut Danil, pihaknya tak melihat ada keamanan yang siginifikan terkait tempat obat-obatan ini dikarenakan celah angin-anginnya tak terlihat ada terali besi. Diketahuinya obat ini hilang saat pihak rumah sakit ingin mengambil obat untuk kebutuhan medis.
"Pintu lemarinya juga tidak ada 2 kunci, yang jelas keamananya kurang optimal. Hal ini kita akan usut sejelas-jelasnya siapa oknum yang mencuri dan jikalau titik terangnya sudah kami peroleh, kami akan tindak lanjuti dan kami tahan sesuai ketentuan hukum," janjinya.