Pemerintah Harus Perhatikan Potensi Perikanan Natuna

datariau.com
6.225 view
Pemerintah Harus Perhatikan Potensi Perikanan Natuna
Illustrasi

DATARIAU.COM - Berkaca ke belakang terjadinya sengketa pulau Sipadan dan Lingitan yang akhirnya jatuh ke tangan Malaysia pada 17 Desember 2002 setelah dibawa ke ranah hukum Mahkamah Internasional.

Negeri jiran itu mengklaim bahwa kedua pulau yang berdekatan dengan propinsi Kalimatan Timur ini merupakan milik negerinya. Padahal, berdasarkan sejarah bangsa Indonesia, kedua pulau yang sangat eksotis itu adalah milik tanah pertiwi ini dan merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya.

Contoh itu merupakan salah satu bukti masih sangat kurangnya perhatian kita untuk menjaga, mengembangkan dan memajukan daerah-daerah terdepan, tertinggal dan terisolir negeri Indonesia ini termasuk Natuna dan kisruh pemberitaan Natuna vs China. Ya Natuna dengan segala potensi sumberdaya alam dan keindahan nya menjadi perhatian bagi negara lain termasuk china.

Untuk itu Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI), Siti Erwina Youwikijaya meminta kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk segera menggenjot dan memanfaatkan segala potensi sumberdaya alam di natuna dan Kepulauan Riau lainnnya.

Kabupaten Natuna adalah salah satu wilayah yang termasuk dalam Provinsi   Kepulauan Riau yang memiliki banyak potensi yang harus segera dimanfaatkan dan digenjot potensi perikanannya.

Sebagai mahasiswa perikanan kami berharap pemerintah segera membangun industri perikanan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap serta pengembangan ekowisata.

Bukan hanya itu, Natuna itu indah dengan segala khas dan keunikannya termasuk seni dan budayanya, dengan didukung pula terdapat tempat pendaratan penyu di  Pulau Meraguk mempunya nilai keunikan sendiri.

Himapikani regional Sumatera juga menginginkan perhatian yang diberikan kepada natuna juga bisa dilakukan dengan pengadaan penelitian dari para akademisi untuk mengembangkan natuna. Pemberdayaan masyarakat melalui kearifan lokal, dan mengembangkan transportasi laut Karena Spratly yang jadi rebutan lima negara: China, Vietnam, Filipina, Malaysia, serta Brunei Darussalam.

Karena posisi kepulauan ini terisolasi di tengah laut luas layaknya pulau-pulau terluar negara kita lainnya, akses transportasi dari dan ke Natuna hanya jalur laut dan udara.

Penulis merupakan KORWIL SUMATERA HIMAPIKANI (Mahasiswa Faperika Universitas Riau)

Penulis
: Siti Erwina Youwikijaya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)