NATUNA, datariau.com - Basarnas sebagai yang terdepan dalam melaksanakan operasi SAR dalam musibah pelayaran dan penerbangan, bencana dan musibah lainnya di Natuna mendapat apresiasi dari warga.
Hari ini Basarnas Natuna melakukan pencairan orang hilang di kawasan kecamatan Bunguran Barat Natuna.
Hal ini diungkapkan Amiruddin As SSos, Kepala Basarnas Natuna, Kamis (21/12/2017). Dimana pada pukul 09.15 wib pihaknya menerima info dari Naif yang merupakan Ketua Himpunan Nelayan Sedanau, melaporkan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan jiwa manusia dua orang nelayan Sedanau kecamatan Bunguran Barat hilang.
Korban merupakan warga Pelantar Bugis anak dari Imam Kadir, kontak terakhir menurut informasi bahwa kemarin Rabu pukul 14:30 lost kontak dengan layanan di daerah perairan berada di perairan barat Natuna atau perairan Sedanau.
Adapun data korban yaitu Zulkarnain laki-laki umur 28 tahun dan Rino laki-laki umur 17 tahun, pada pukul 9:30 wib personil basarnas Natuna diberangkatkan menuju TKM dengan menggunakan rescure it dengan satu set rcr atau perahu karet dan perlengkapan pendukung lainnya, mereka melaksanakan kegiatan operasi pencarian orang hilang tersebut.
"Pada pukul 13.35 wib kami mendapatkan informasi dari seru akustik yang ada di lokasi bahwa korban telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan selamat di sebelah barat Pulau Sedanau pada posisi 04 derajat 45 menit 15 detik lintang utara 107 derajat 58 menit 217 derajat bujur timur, korban sekarang sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke pulau Sedanau kampung Bugis dan perahu pompong yang mereka gunakan itu sudah ditarik menuju Tanjung Karang pulau Selaut," bebernya.
SAR Natuna berjumlah 5 orang, ada Polsek Sedanau berjumlah 3 orang, pos angkatan laut ada 3 orang termasuk dengan kelompok nelayan yang membantu pencarian tersebut, untuk kondisi kesehatan korban sehat walafiat tidak kurang suatu apapun.
"Saya selaku Kepala Kantor SAR Natuna ataupun mewakili Basarnas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menghimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Natuna dan para nelayan dengan masuknya anomali cuaca yang musim Utara saat sekarang seperti kita lihat dan kita rasakan, saya menghimbau untuk mengurangi dulu aktivitas kegiatan yang sifatnya bersentuhan dengan lautan, yang mana ketinggian gelombang saat musim utara ini bisa mengalami ketinggian 7 meter," tutup beliau.