Drs.H.Abdul Hamid Rizal Kembali Memboyong Investor Masuk Ke Natuna

Datariau.com
806 view
Drs.H.Abdul Hamid Rizal Kembali Memboyong Investor Masuk Ke Natuna
Arizki Fil Bahri

NATUNA,DATARIAU.COM-kembali investor kelapa Hybrida, menuturkan keinginannya untuk berinvestasi di daerah terdepan NKRI.Diera pemerintahan Bupati Natuna Drs.H.Abdul Hamid Rizal

Menurut Kuasa Direktur PT Borneo Super Mandiri, Pemerintah Natuna, mendukung baik keinginan Investor, dan akan memberi kemudahan, selagi tidak melanggar aturan.Ucap Said Jafar.

Langkah yang sudah Kami lakukan, adalah melakukan sosialisasi bidang perkebunan kelapa hibrida, kepada masyarakat, lewat perangkat Pemerintah Daerah. Hingga ke Desa. Kita utamakan di pulau Bunguran,dulu ucapnya, usai melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah  (1-3-2018)

Adapun luas lahan yang akan Kita butuhkan sebesar. 40OOO Ha. Dengan catatan, Lahan Produktif 20.000 Ha, dan sisanya lahan tidur masyarakat.

Hari ini Kita rapat, untuk meminta kewenangan Bupati dimana saja tempatnya ,jangan sampai merusak RTRW yang sudah ada. Tahun ini, sudah kita lakukan pengarapan dan penanaman lahan seluas 20.000 Ha.

Untuk HPK, sendiri, akan di teruskan kepada Menteri Kehutanan.Jika sudah keluar izinnya, maka dilajukan pengurusan AMDAL.

Setelah itu barulah Bupati keluarkan izin , dan lahan bisa Kita garap .Said Jafar juga mengatakan, jika mulai, penggarapan, penanaman hingga perawatan, biaya ditanggung pihak PT Borneo.Tidak ada ganti rugi lahan disana.

Jika masyarakat punya lahan, maka diwajibkan ikut koperasi, biar lahannya bisa digarap. Nantinya pemilik lahan bisa turut bekerja, dengan upah. Dan jika sudah panen, semua biaya yang dikeluarkan oleh PT Borneo, bakal diganti secara mencicil. Jika sudah lunas, maka hasil panen semua murni milik Masyarakat pemilik lahan.ucapnya lagi.

Keuntungan menanam kelapa hybria , karena waktu panen hanya 3-4 tahun .Sementara nilai jual tinggi, karena presentasinya ekspor. Selain itu Kita juga akan bangun pabrik santannya.

Ada dua perusahaan yang sama akan mengarap lahan ini, pertama,PT Borneo Super Mandiri.Dan PT Borneo Super Perkasa.Perusahaan ini Bergerak di bidang sawit. Sudah go publik, dan termasuk 10 Besar.di Indonesia.

Banyaknya kasus yang terjadi terkait kerja sama bagi hasil dengan perusahaan, mengakibatkan pemilik lahan, bisa kehilangan hak atas tanahnya, membuat Said Jafar akan melakukan MoU dengan Pemda ,DPRD ,pemilik lahan dan Pihak PT Borneo.Biar jelas kerja samanya seperti apa. Jadi masyarakat tidak perlu takut.

Kalau ini sudah berjalan diperkirakan ada 151 juta butir bisa dipanen dalam 1 tahun. Puncaknya bisa 500 juta butir.

Sekali lagi Saya katakan ,Mulai dari pembukaan ,penanaman sampai perawatan semua ditanggung perusahaan.

Kami juga berterima kasih sebesar besarnya kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya ,untuk membuka lahan perkebunan kelapa Hybrifa ini. Sesuai Nawacita Presiden, semua surat menyurat pasti berjalan lancar.Dengan berdirinya perkebunan ini, tentu mampu menjaring ratusan, bahkan ribuan tenaga kerja, ucapnya lagi.Semoga masyarakat bisa menerima kabar gembira ini

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)