Miris, Bendera Merah Putih Dijadikan Penjaga Jalan Rusak

3.006 view
Miris, Bendera Merah Putih Dijadikan Penjaga Jalan Rusak
Bendera Merah Putih dijadikan penanda jalan rusak di Jalan Kubang Raya. (foto: nova rinaldo)
PEKANBARU, datariau.com - Ada pemandangan yang membuat miris saat kita melintasi Jalan Kubang Raya, tepatnya di kilometer 3 perbatasan Desa Tarai Bangun kecamatan Tambang, Kampar dengan Kelurahan Tuah Karya kecamatan Tambang Kota Pekanbaru.

Dari kejauhan terlihat berkibar bendera Merah Putih sebagai Lambang Negara Indonesia dijadikan sebagai tanda bahwa jalan itu rusak. Tidak diketahui siapa yang tega meletakkan bendera tersebut.

"Tega sekali itu orang yang menjadikan bendera sebagai penjaga jalan rusak. Apa salahnya dunakan kain biasa untuk tanda kalau jalan berlubang, ini bendera, seperti melecehkan saja," ucap Ririn, seorang warga yang melintas di jalan tersebut, Rabu (11/5/2016).

Saat ditanya kepada warga yang bermukim di daerah tersebut, siapa yang menancapkan bendera di jalan rusak tersebut, mereka mengaku tidak tahu. "Entahlah siapa, tiba-tiba sudah ada saja di sana," ujar Siti seorang warga di sana.

Jalan ini bukanlah jalan sepi, melainkan jalan lintas yang setiap hari padat dilalui pengendara, bahkan Bupati Kampar Jefry Noer dan pejabat Kampar lainnya, juga lewat di jalan tersebut sebagai akses dari Bangkinang ke Kabupaten Siak Kampar.

"Apa tidak ada yang miris melihat kondisi ini, bupati misalnya lewat melihat bendera seperti ini, bisa menegur dan mengembalikan bendera itu di tempat yang layak, bukan dijadikan penjaga jalan berlubang seperti ini," saran Abrori, warga lainnya.

Selain itu, tidak jauh dari tempat bendera ini berdiri, ada juga fasilitas sekolah yakni SDN 031 Tarai Bangun yang tentunya setiap hari para guru melintasi dan melihat bendera ini. Namun, sudah sekitar 20 hari bendera itu tidak ada yang berani mengembalikan ke tempat layak dan membiarkan saja menjadi tanda jalan rusak.

"Memang tidak ada yang peduli, harusnya guru-guru saat melihat ini langsung respon dan meminta izin kepada warga sekitar untuk mencabutnya. Saat ini jiwa patriot bangsa ini memang semakin melemah," kata Abrori.

Saat wartawan hendak mencabut bendera itu, seorang pengendara mengatakan agar sebaiknya dibiarkan saja. "Naikkan beritanya dulu bang, biar nanti pejabat kita datang melihat kondisi ini, bendera dijadikan penjaga jalan rusak, dan jalan rusak pun dibiarkan," katanya seraya berlalu.

Dahulu, untuk mengibarkan bendera ini, para pejuang kemerdekaan mempertaruhkan nyawa, sehingga Merah Putih bisa berkibar pertama kalinya di Surabaya. Begitu berat perjuangan para pahlawan dahulu untuk mengibarkan Merah Putih. Namun saat ini, bendera itu seperti tidak dihargai lagi bahkan dilecehkan degan menjadikan Merah Putih sebagai penanda jalan rusak.


Lokasi bendera Merah Putih pertama kali berkibar di Surabaya.


Jangan ketinggalan berita terbaru:
Ikuti halaman facebook kami klik (Facebook)
Ikuti twitter kami klik (Twitter)


(nov)

Tag:Bendera
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)