Banyak Persoalan Limbah Dikeluhkan Warga, BLH Inhu Dituding Tidak Maksimal Bekerja

Admin
982 view
Banyak Persoalan Limbah Dikeluhkan Warga, BLH Inhu Dituding Tidak Maksimal Bekerja
dok.
Limbah ternak babi di Tanah Merah yang sangat meresahkan warga.

RENGAT, datariau.com - Bagaikan bom waktu, yang akhirnya kini meledak. Sejumlah persoalan lingkungan membuat warga Inhu resah, salah satunya terkait persoalan limbah.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhu dinilai tidak maksimal dalam melaksanakan tugasnya, sehingga berbagai persoalan limbah kini menjadi masalah serius di kalangan masyarakat.

"Sejak empat tahun yang lalu limbah pabrik kelapa sawit, limbah minyak oli, limbah tambang emas dan limbah babi, sampai sekarang BLH Inhu hanya menunggu namun tindakan nol besar," sebut Ketua LSM MPR Ber-Nas Hatta Munir kepada datariau.com, Selasa (20/9/2016).

BLH dinilai hanya omong kosong karena sampai saat ini tidak ada menindaklanjuti masalah limbah, padahal masyarakat sudah sangat merasakan tersiksa dengan limbah tersebut.

"Kalau dia serius tentang dampak lingkungan akibat dari limbah PKS baik pun terhadap pencemaran sungai Indragiri akibat dari aktivitas PETI yang sudah berlangsung lama, tentu ditindak oleh mereka, ini kah tidak ada tindakan. Sampai hari ini sungai Indragiri tercemar tidak ada tindakan dari mereka. Padahal keluhan masyarakat akibat dari pencemaran limbah sudah cukup lama, BLH Inhu tak ubahnya seperti macan ompong," tuding Hatta Munir.

Data yang terhimpun tim Datariau.com, sejak empat tahun ini limbah perusahan yang pernah mencemari lingkungan di antaranya diduga dari limbah PT Pertamina Asset Ep Lirik, PT SSR, PT Indekda, dan PT Tirta Sari.

Kemudian yang baru-baru ini sangat menghebohkan yakni limbah ternak babi di Tanah Merah menimbulkan bau menyengat karena berada di pemukiman penduduk. Sampai saat ini tampak belum ada upaya dari BLH untuk turun ke lokasi melakukan tindakan nyata.

Baru-baru ini pula, limbah diduga dari PT Sumatera Makmur Lestari (SML) yang mencemari sungai Pejangki di Kecamatan Batang Cenaku juga mulai meresahkan, sementara BLH hanya mengaku menunggu hasil labor.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki