Aksi Pemecah Batu Gunung di Kampar Membuat Khawatir Warga Sekitar

datariau.com
3.021 view
Aksi Pemecah Batu Gunung di Kampar Membuat Khawatir Warga Sekitar
Sella Dwi Yulindra
Pekerja pemecah batu gunung di Kampar.

XIII KOTO KAMPAR, datariau.com - Aksi pemecah batu gunung yang terletak di samping bendungan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Kampar yang membuat warga sekitar khawatir dan ngeri. Pekerjaan ini membahayakan untuk pekerja maupun warga yang rumahnya dekat dari pemecah batu tersebut.

Pantauan pada Jumat (2/6/2017), dua pekerja bernama inisial Nr dan Yl sedikit demi sedikit mengikis batu gunung yang terletak di samping bendungan PLTA. Dengan menggunakan dua alat yang saling berfungsi, palu yang terbuat dari besi seberat 5kg dan pemahat yang terbuat dari baja seberat 1kg, alat tersebut saling berfungsi seperti semestinya, jika salah satu bagian alat tidak ada maka sulit untuk mendapatkan batu gunung.

Nr bersama teman-temannya sudah hampir 3 tahun menggeluti pekerjaan mencari batu gunung ini. Banyak hiruk pikuk yang dialaminya, pemerintah sempat melarang pekerjaan mereka, sebab pekerjaan mereka membuat warga sekitar khawatir jika suatu saat nanti terjadi longsor, namun Nr beserta kawan-kawan masih tetap bersikeras untuk tetap bekerja, mereka tahu pekerjaan mereka salah namun mereka beralasan hanya ini pekerjaan yang mereka miliki.

"Jika kami diberi kebun untuk bertani kami akan meninggalkan pekerjaan ini," ucap Nr.

"Seperti apapun pemerintah melarang kami, kami tetap bekerja disini karena cuma ini satu-satunya pekerjaan kami," tegas Nr lagi.

Menurut Nr, sekarang pelanggan batu mereka semakin sepi, tidak banyak lagi yang memesan batu padanya. "Harga perkubiknya dijual Rp100 ribu, kadang laku perhari kadang juga laku perbulan," katanya.

Batu tersebut digunakan masyarakat untuk membangun pondasi rumah, membuat jalan ke arah kebun sawit dan lain sebagainya. Rasa panas itu tak diharaukan oleh Nr dan kawan-kawan. "Hanya ini pekerjaan yang saya punya, kebun saya tidak punya, jadi saya berharap agar pemerintah untuk tidak melarang kami bekerja disini," harapnya.

Yuni, salah seorang warga yang bertempat tinggal di sekitaran tempat kerja itu merasa khawatir dengan kondisi batu gunung di bendungan danau PLTA.

"Saya khawatir jika hujan deras akan terjadi longsor dan membuat jalan rusak nantinya, kami merasa was-was mendirikan rumah disini tanpa disadari takut terjadi longsor, mereka sempat dilarang oleh pemerintah namun masih tetap bekerja disana," pungkasnya.

Penulis
: Sella Dwi Yulindra
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)