Kunker ke Pasar Cik Puan, Wamendag Temukan Minyak Goreng Subsidi Dijual Melebihi HET, Ketua DPRD Minta Pemerintah Carikan Solusi

datariau.com
1.062 view
Kunker ke Pasar Cik Puan, Wamendag Temukan Minyak Goreng Subsidi Dijual Melebihi HET, Ketua DPRD Minta Pemerintah Carikan Solusi

PEKANBARU, datariau.com - Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi ST meminta Pemerintah Kota Pekanbaru segera menindaklanjuti adanya temuan minyak goreng subdisi merk Minyakita yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal ini dijumpai usai Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga melakukan kunjungan ke Pasar Cik Puan beberapa waktu lalu.

"Kita sebagai salah satu bagian yang mengelola pemerintahan harus respek dengan persoalan ini dan harus berupaya semaksimal mungkin agar persoalan itu tidak terjadi di masyarakat. Terutama naiknya harga kebutuhan masyarakat yang sifatnya primer," kata Sabarudi, Rabu (15/2/2023).

Sabarudi mengungkapkan, bahwa dirinya juga melihat tayangan video warga yang curhat tingginya harga MinyaKita. Padahal, minyak tersebut merupakan subsidi dari pemerintah yang harganya telah ditetapkan Rp14.000 per liter.

"Sekilas saya melihat video pedagang yang komen tinggi harga minyakita itu dan saya menilai itu wajar dan sah-sah saja. Terpenting, kita harus respect dengan persoalan minyak subsidi yang dijual diatas HET ini," ujarnya.

Politisi PKS ini juga meminta Pemko Pekanbaru melalui dinas terkait untuk terus melakukan kontrol di lapangan serta menjaga pendistribusian agar ketersediaan MinyaKita lancar.

"Ini adalah PR kita bersama untuk saling menguatkan agar masyarakat kita bisa mendapatkan minyakita. Kalau statement bapak menteri itu kan dibawah minyak diatas minyak, tapi minyak mahal. Nah, itu mungkin kedengaran seloro atau candaan, namun ini perlu diperhatikan," terang Sabarudi.

Sebagaimana diketahui, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag)Jerry Sambuagamenyambangi Pasar Cik Puan di Pekanbaru, Riau guna memastikan harga harga dan ketersediaan sejumlah barang, termasuk minyak goreng, Sabtu (11/2/2023).

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)