Komisi IV Sayangkan Bus TMP Berhenti Beroperasi Akibat Menunggak Bayar BBM

datariau.com
1.838 view
Komisi IV Sayangkan Bus TMP Berhenti Beroperasi Akibat Menunggak Bayar BBM
Foto: Endi
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafiz ST.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz ST menyayangkan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) tidak beroperasi dari hari Jumat (6/12/2024) kemarin, akibat menunggak pembayaran bahan bakar minyak (BBM).

"Ya, tentu sangat disayangkan sekali. Kenapa? Karena yang berurusan dengan pelayanan masyarakat malah terabaikan. Ini sangat memalukan ya, dulu supir bus mogok karena gajinya terlambat dibayar, nah sekarang Bus TMP berhenti gara-gara nunggak BBM. Heran kita, belakangan ini Pekanbaru sedang jadi trending topic sampai berita nasional," kata Zulfan, Ahad (8/12/2024).

Zulfan pun menekankan, bagaimanapun pemerintah wajib memberikan pelayanan terhadap masyarakat Kota Pekanbaru. Jangan sampai persoalan ini malah membuat pelayanan publik jadi memalukan.

"Pelayanan masyarakat harus dinomor satukan. Kalau tidak mampu melayani masyarakat jangan menjadi bagian dari pemerintah. Jangan pakai alasan defisit segala macam, buktinya yang terjadi hari ini kan berbeda," tegasnya

Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru ini meminta Pj Walikota Roni Rakhmat untuk membereskan persoalan tersebut sehingga Bus TMP bisa kembali beroperasi dan masyarakat bisa memanfaatkan layanan transportasi umum.

"Yang jelas, kita mendorong Pj baru untuk mendesak BPKAD segera dibayarkan, karena tak ada alasan bus tidak beroperasi karena ini menyangkut kepentingan publik, kasihan masyarakat. Jadi hal-hal yang bersifatnya pelayanan ke masyarakat itu harus segera dituntaskan," tutup Zulfan.

Sebagai infromasi, Kepala UPT Trans Metro Pekanbaru Sarwono mengatakan bus berhenti beroperasi sementara lantaran tidak memiliki bahan bakar minyak (BBM). SPBU tidak lagi memberi suplai BBM karena tunggakan pembayaran.

"SPBU gak mau ngasih BBM lagi sejak tadi malam. Ada tunggakan yang belum dibayarkan," kata Sarwono.

Bus TMP pun terpaksa harus berhenti sementara waktu hingga mendapat suplai BBM. Sementara tunggakan BBM yang harus dibayarkan pihaknya mencapai Rp630 juta per akhir November 2024. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)