Gawat, Penggunaan BBM Subsidi di Pekanbaru Melebihi Kuota, Komisi II Desak Pemko Ajukan Penambahan ke Pusat

datariau.com
364 view
Gawat, Penggunaan BBM Subsidi di Pekanbaru Melebihi Kuota, Komisi II Desak Pemko Ajukan Penambahan ke Pusat
Foto: Endi
Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin.

PEKANBARU, datariau.com - DPRD Kota Pekanbaru khawatir kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar di Kota Pekanbaru habis menjelang akhir tahun 2026. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kelangkaan BBM di sejumlah SPBU jika pemerintah daerah tidak segera mengajukan penambahan kuota ke pemerintah pusat.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin usai rapat bersama Pertamina Patra Niaga dan Disperindag dan Ombudsman RI Perwakilan Riau, Kamis (8/5/2026) kemarin, membahas persoalan kelangkaan BBM di Pekanbaru.

Baca juga:Komisi II DPRD Pekanbaru Panggil Rapat Pertamina Bahas Masalah Antrean Panjang di SPBU


Menurutnya, persoalan kuota BBM subsidi hampir setiap tahun menjadi masalah. Terutama menjelang akhir tahun saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Yang kita khawatirkan ke depan, biasanya di bulan Desember itu kuota BBM habis. Karena setiap tahun memang sudah ditentukan berapa kuota yang diberikan untuk setiap kabupaten dan kota,” kata Zainal.

Berdasarkan informasi yang diterima Komisi II DPRD Pekanbaru, penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar di Pekanbaru diperkirakan sudah melebihi kuota sebelum akhir tahun.

“Kita dapat informasi, nanti di awal Desember itu kuota Pertalite dan Solar sudah over. Bahkan over-nya bisa sampai 102 persen,” ungkapnya.

Baca juga:BBM Nonsubsidi Naik, DPRD Pekanbaru Khawatir Warga Beralih Massal ke Subsidi


Politisi Gerindra ini menilai kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan BBM seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Nah, makanya kita dorong kepala daerah baik Walikota Pekanbaru maupun Gubernur Riau, untuk bermohon ke pusat agar ada penambahan kuota BBM subsidi,” tegasnya.

Zainal bilang, jika tidak ada penambahan kuota, dikhawatirkan SPBU di Pekanbaru akan mengalami kekosongan BBM subsidi selama beberapa minggu di akhir tahun.

“Yang kita soroti, jangan sampai nanti awal Desember itu kosong sampai 3-4 minggu karena tidak ada penambahan kuota. Jangan sampai masyarakat antre panjang berjam-jam lagi bahkan sampai tengah malam,” tegasnya.

Baca juga:Antrean Panjang di SPBU Sengsarakan Warga, DPRD Pekanbaru Kritik Pertamina dan Minta Langkah Cepat Pemerintah


Oleh karena itu, Komisi II DPRD Pekanbaru meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kota segera mengambil langkah cepat dengan menyurati pemerintah pusat guna mengantisipasi kelangkaan BBM di akhir tahun.

“Kita dorong pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota, agar kepala daerahnya bisa berusaha dan bersurat ke pusat untuk meminta penambahan kuota BBM,” tutup Zainal. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)