Empat Rampok Toko Emas Bersenjata Api Dibekuk Polisi

2.481 view
Empat Rampok Toko Emas Bersenjata Api Dibekuk Polisi
Empat rampok toko emas diamankan. (foto: fran manurung)
KISARAN, datariau.com - Melalui tim gabungan yang dibentuk, akhirnya empat anggota komplotan perampok yang menggasak dua toko emas HZ Pohan dan H Alexander di wilayah hukum Polsek Airjoman berhasil dibekuk. Satu orang dari empat pelaku yang ditangkap didor karena memberikan perlawanan sementara empat orang lagi yang diperkirakan merupakan otak pelaku masih buron.

Hal itu diterangkan Kapolres Asahan AKBP Yulmar Tri Himawan didampingi Kasubag Humas AKP R Berutu, Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi dan Kapolsek Airjoman AKP Wilson Siregar, Kamis (29/1/2015) di Mapolres Asahan.

"Pengungkapan kasus perampokan dua toko emas ini terkuak setelah pihaknya membentuk tim gabungan yang melibatakan unsur dari Sat Reskrim, Sat Intel, Sat Narkoba dan pihak Polsek Airjoman sendiri," jelas mantan Kapolres Langkat itu.

Empat orang anggota komplotan yang berhasil dibekuk masing-masing memiliki peran berbeda, PN (39) warga Desa Silau Lama yang dibekuk di kawasan Kecamatan Pulau Rakyat merupakan pelaku utama, PN yang melakukan perampokan bersama tiga orang rekannya yang saat ini masih buron, PN yang menodongkan senjata api saat merampok toko emas HZ Pohan di Kecamatan Silau Laut dan toko emas H Alexander di Kecamatan Meranti.

Sementara tiga orang lainya yang diamankan masing-masing, YS alias Yus (35), M Siagian alias Tuket (38) dan WK alias Begu (35) ketiganya merupakan warga Desa Silau Lama Kecamatan Silau Laut. "Ketiga orang ini termasuk berperan aktif ikut menyukseskan jalannya perampokan di dua toko emas itu," tuturnya.

Lanjut Yulmar, selain mengamankan empat orang pelaku pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata genggam jenis revolver berikut empat butir peluru serta perhiasan emas yang belum berhasil dijual pelaku.

"Untuk perhiasan emas yang beratnya mencapai 1 kg yang dirampok dari toko emas HZ Pohan seluruhnya sudah dijual, kemudian perhiasan emas yang beratnya mencapai 30 gram lebih dari toko H Alexander, serta satu unit kereta yang digunakan pelaku untuk melakukan perampokan yang berhasil disita," bebernya.

Ketiga pelaku YS, M Siagian dan WK saat dibekuk tidak memberikan perlawanan berarti, sementara tersangka PN terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena sempat memberikan perlawanan dan memegang senjata.

"PN kita lumpuhkan dengan timah panas, karena kita tidak mau kecolongan," tegas Yulmar sembari menghimbau kepada para pemilik toko emas untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terlebih pada saat jam-jam sepi seperti saat hari Jumat, dimana mereka para pelaku kejahatan memanfaatkan orang sedang menunaikan Sholat Jumat.

Sementara AKP Dian Indra Prabudi menerangkan kronologis kejadiannya, pelaku yang merampok dua toko emas di dua lokasi berbeda merupakan orang yang sama. "Di toko emas HZ Pohan mereka berempat, sedangkan di toko emas H Alexander mereka hanya berdua," kata AKP Dian.

PN pelaku utama yang menggasak di dua toko emas itu, namun saat beraksi di toko emas H Alexander hanya PN dengan satu orang rekannya yang saat ini masih buron. Empat orang yang masih buron identitasnya sudah diketahui, tiga orang yang ikut merampok toko emas H Pohan dan satu orang lagi merupakan orang yang berperan menjualkan barang hasil rampokan dengan inisal IO

"Pengakuan PN, usai merampok toko emas HZ Pohan mereka langsung cabut dan di daerah Kecamatan Rawang Panca Arga tas berisikan emas itu diserahkan kepada IO, kemudian mereka berempat kembali ke tempat kos di kawasan Universitas Asahan (UNA), baru keesokannya mereka berangkat ke Medan untuk menerima bagian uang hasil penjualan emas yang dirampok," beber Dian.

Menurut pengakuan PN dari hasil perampokan itu dirinya hanya mendapat bagian sekitar Rp12 juta sedangkan PN tidak mengetahui pasti rekan-rekan lainya mendapat bagian berapa.

Tersangka PN saat dikonfiramsi dengan nada terbata-bata lantaran menahan rasa sakit akibat dua kakinya ditembus timah panas milik petugas membenarkan jika dirinya hanya mendapat bagian sekitar Rp12 juta. "Aku gak tahu bang, berapa bagian kawan-kawan itu, tapi yang pastinya aku dapat sekitar Rp12 juta," tegas PN.

Ketika disinggung soal senjata yang digunakan, PN mengaku beli dari Bandung beberapa tahun lalu dengan harga Rp500 ribu. "Milik ku, dibeli dari Bandung dengan harga Rp500 ribu, kapan waktunya sudah lupa dan yang pasti sudah lama," akunya.

Ketika disinggung siapa sebenarnya IO pria yang menerima tas berisikan emas hasil rampokan di toko emas HZ Pohan, PN tidak banyak bicara. "IO itu teman saya, namun dimana tempat tinggalnya tidak tahu, kami hanya kenal lantaran pernah sama-sama kerja (merampok-red) beberapa tahun lalu," tandasnya.

Sementara YS, M Siagian dan WK saat dikonfirmasi mengaku jika mereka bertugas untuk memberi tahu kondisi sasaran perampokan yang akan dilakukan PN dan rekan-rekannya. "Tidak ikut langsung kerja, namun memberikan inforamsi situasi di kawasan itu," tegas YS sembari mengaku jika PN itu merupakan teman dekat sejak kecil. (ran)
Tag:rampok
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)