Dukung Sekolah Tatap Muka, Komisi III DPRD Sebut Belajar Daring Bikin Orang Tua Siswa Jenuh

Ruslan
719 view
Dukung Sekolah Tatap Muka, Komisi III DPRD Sebut Belajar Daring Bikin Orang Tua Siswa Jenuh
Foto: Endi Dwi Setyo
Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Zulkarnain.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain mendukung rencana Mendikbukristek RI Nadiem Makarim yang akan menerapkan kembali proses belajar tatap muka secara terbatas pada Juli mendatang.

"Saya selaku pribadi, mendukung. Harapan kita juga kepada para orang tua untuk sama-sama mendukung. Akan tetapi ini perlu sebuah antisipasi yang ketat dari pemerintah. Mari kita laksanakan prokes secara baik, bila perlu lebih dari standar yang ditentukan," kata Zulkarnain, Jum'at, (25/6/2021).

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu menjadi catatan dan pertimbangan bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru apabila ingin menerapkan kembali sekolah tatap muka secara terbatas. Hal ini bertujuan demi menghindari adanya klaster baru di sekolah.

Pertama, mengkaji setiap sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan. Kedua, mewajibkan bagi seluruh tenaga pengajar atau guru untuk disuntik vaksin covid-19. Ketiga, mempertimbangkan zona merah Covid-19 di beberapa wilayah yang akan diadakan sekolah tatap muka.

"Tentu niat baik Mendikbudristek RI ini perlu kewaspadaan, kehati-hatian dan persiapan dalam melakukan ppelaksanaan kembali tatap muka terbatas ini," ujarnya.

Zulkarnain menambahkan, rencana penerapan kembali proses belajar tatap muka secara terbatas ini tidak bisa dilepaskan begitu saja. Perlu yang namanya pemahaman dan juga sosialisasi terhadap pelaksanaan sekolah tatap tersebut.

Diantaranya, pihak sekolah harus menyiapkan persiapan protokol kesehatannya yang ketat mulai dari jam masuk hingga jam pulang sekolah. Begitupun orang tua juga harus senantiasa mengingatkan anak-anaknya untuk disiplin protokol kesehatan terutama menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Intinya, guru dan para orang tua murid bertanggung jawab. Pemerintah juga bertanggung jawab sekaligus mengawasi wilayah zona penyebaran covid-19," ucapnya.

Zulkarnain mengatakan, dengan diterapkannya kembali proses belajar tatap muka tersebut maka akan membantu setidaknya peran orang tua para siswa di rumah.

Sebab, saat ini sebagian para orang tua sudah berada di titik jenuh dalam penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online.

"Keterbatasan jaringan, lalu keterbatasan secara ekonomi. Tentu paket kuota internet tiap waktu bertambah akibat belajar daring. Inilah salah satu yang mendorong tatap muka terbatas ini kembali diterapkan," terangnya.

Politisi PPP ini juga mengimbau kepada pihak sekolah untuk tidak memaksakan sekolah tatap muka yang rencananya akan diterapkan kembali pada Juli mendatang.

"Jika situasi itu tidak memungkinkan adanya zona merah atau perkembangan angkanya itu naik seharusnya menjadi pertimbangan dan perhatian pihak sekolah. Jika situasi tidak memungkin, ya jangan dipaksakan," pungkasnya. (endi)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)