DPRD Pekanbaru Minta Pihak Kontraktor IPAL Beri Kompensasi Kepada Warga Terdampak

Endi Dwi Setyo
197 view
DPRD Pekanbaru Minta Pihak Kontraktor IPAL Beri Kompensasi Kepada Warga Terdampak
Foto: Endi Dwi Setyo
Pengerjaan proyek IPAL di Jalan Rajawali, Kecamatan Sukajadi, mengganggu aktivitas dan ekonomi warga.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST meminta pihak kontraktor pelaksana agar memberikan jaminan kompensasi kepada warga yang sudah dirugikan akibat pengerjaan galian Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal ini dinilai sebagai bentuk tanggungjawab atas banyaknya kerugian yang dialami warga diantaranya membuat jalan rusak, rumah retak hingga ekonomi terganggu.

"Mereka (kontraktor) menutup akses jalan ini tentu banyak usaha yang tutup. Kita (DPRD) yang jelas itu minta kompensasinya seperti apa. Jangan tidak ada kompensasi, kasihan masyarakat tidak bisa usaha karena jalan ini ditutup," kata Sigit, Kamis (9/12/2021).

Sigit mengaku kecewa melihat pengerjaan IPAL yang dilakukan oleh pihak kontraktor yang menyebabkan bangunan rumah warga yang mengalami retak akibat dampak galian ini. Hal ini ia jumpai saat Komisi IV beberapa waktu lalu melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek galian IPAL.

Selain itu, ia juga prihatin melihat ekonomi warga sekitar menjadi sepi bahkan tutup akibat terkena imbas proyek IPAL.

"Masyarakat ini kan cari makan disini. Seharusnya kedai-kedai ini laku disewa. Tapi, akhirnya sudah satu tahun lebih tidak ada yang menyewa," ujarnya.

Politisi Demokrat ini berharap pengerjaan galian IPAL ini dapat segera diselesaikan oleh pihak kontraktor. Ia juga mendesak pekerjaan IPALyang ada di Kota Pekanbaru agar diberhentikan untuk sementara waktu.

Hal ini direkomendasikan oleh Komisi IV lantaran para kontraktor pekerja IPAL yang ada di Kecamatan Sukajadi, membuang air bekas galian yang bercampur dengan pasir ke drainase atau saluran air.

"Siapa sih yang mau buka usaha di sini kalau jalannya ditutup. Maka dari itu, kita minta pengertian dari pihak kontraktor untuk membantu masyarakat yang terkena efek karena jalan ditutup ini hampir satu tahun," tutup Sigit.

Penutupan akses di Jalan Rajawali, Kecamatan Sukajadi berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. Mulai dari pengusaha hingga pedagang.

Tak tanggung-tanggung, warga yang kesehariannya bekerja dan mencari nafkah di sepanjang jalan tersebut mengeluhkan bahwa penghasilannya menurun drastis hingga 60 persen.

Hadi yang berprofesi sebagai pedagang keripik dan oleh-oleh di lokasi pengerjaan galian IPAL di Jalan Rajawali ini juga mengalami kerugian yang drastis.

"Saat ini yang jelas dari segi omzet itu menurun drastis lah. Penurunannya itu sekitar 60 persen, ya pokoknya jauh kalilah menurunnya," ucap Hadi. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo