Berbeda dengan Syamsuar, Komisi III DPRD Pekanbaru Dukung Pembelajaran Tatap Muka Pada Juli

Ruslan
511 view
Berbeda dengan Syamsuar, Komisi III DPRD Pekanbaru Dukung Pembelajaran Tatap Muka Pada Juli
Foto: Endi Dwi Setyo
Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru Jepta Sitohang.

PEKANBARU, datariau.com - Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru Jepta Sitohang mendukung agar sekolah tatap muka dapat diselenggarakan pada Juli mendatang.

Hal ini berbanding terbalik dengan Gubernur Riau Syamsuar yang meminta Bupati/Walikota se-Riau untuk tidak melaksanakan sekolah tatap muka, terutama untuk tingkat SD dan SMP sederajat.


"Menurut saya, sebaiknya kita laksanakan saja sekolah tatap muka itu sesuai dengan Mendikbudristek Nadiem. Ini perlu kita sikapi, sudah setahun lebih anak-anak naik kelas tanpa mengenal kelas dan juga teman-temannya, bahkan juga dengan gurunya," kata Jepta, Senin (28/6/2021).


Menurutnya, pemberian pembelajaran karakter terhadap anak-anak seharusnya dilakukan dengan pembelajaran tatap muka dan tak bisa hanya belajar secara online. Hal ini dinilai sebagai faktor pendorong agar sekolah tatap muka bisa diberlakukan.


"Kalau mungkin ada penyebaran covid-19 diantara anak didik, boleh-boleh saja diubah lagi dan diberhentikan tatap muka itu kemudian diganti online kembali," ujarnya.


Selain itu, banyaknya keluhan yang dialami orang tua siswa dalam penerapan sistem belajar online menjadi salah satu faktor pemicu agar sekolah tatap muka kembali diberlakukan.


Pasalnya, belajar online justru menambah beban biaya kuota data yang di gunakan untuk belajar dan harus menggunakan ponsel pintar menjadi tantangan bagi orang tuaagar ditengah morat-maritnya ekonomi akibat pandemi covid-19.


"Para orang tua banyak yang mendadak menjadi guru dirumah, tingkat stress dan emosinya sangat tinggi, akhirnya anak-anak juga semakin stress dirumah belajarnya. Jadi mereka menuntut betul belajar tatap muka bersama teman-temannya di lingkungan sekolah," ungkap Jepta.


Politisi Demokrat ini juga meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk memaksimalkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik sebelum penerapan sekolah tatap muka.


"Seluruh karyawan yang ada disekolah juga ikut divaksin. Kemudian protokol kesehatan juga diperketat," pungkasnya.


Diketahui, Gubernur Riau, Syamsuar mengeluarkan surat edaran terkait penyebaran Covid-19 yang masih tinggi di Provinsi Riau.


Dalam surat Gubernur Riau bernomor 440/UM/1602, salah satu poinnya yaitu sekolah diminta agar tidak memberlakukan pembelajaran tatap muka. (endi)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)