BBM Nonsubsidi Naik, DPRD Pekanbaru Khawatir Warga Beralih Massal ke Subsidi

datariau.com
640 view
BBM Nonsubsidi Naik, DPRD Pekanbaru Khawatir Warga Beralih Massal ke Subsidi
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin.

PEKANBARU, datariau.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Riau menuai sorotan. Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, mengingatkan adanya risiko lonjakan peralihan konsumsi masyarakat ke BBM subsidi.

Menurut Tekad, kenaikan harga ini berpotensi memicu fenomena “turun kelas”, di mana pengguna BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi demi menekan pengeluaran.

“Ketika harga BBM nonsubsidi naik, masyarakat kelas menengah bisa beralih ke BBM subsidi. Ini berpotensi menimbulkan tekanan pada ketersediaan stok,” ujar Tekad, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Sengsarakan Warga, DPRD Pekanbaru Kritik Pertamina dan Minta Langkah Cepat Pemerintah


Ia mengingatkan, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada antrean panjang di SPBU jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Kalau tidak dikendalikan, bisa terjadi antrean panjang. Masyarakat harus ‘berburu’ BBM subsidi karena pasokan tidak sebanding dengan permintaan,” tegasnya.

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, harga BBM nonsubsidi di Riau memang mengalami kenaikan. Pertamax Turbo kini menjadi Rp20.750 per liter dari sebelumnya Rp20.250. Dexlite naik menjadi Rp27.150 dari Rp24.650 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp29.100 dari sebelumnya Rp24.950 per liter.

Tekad menilai, kebijakan kenaikan harga ini kurang tepat mengingat masyarakat Pekanbaru baru saja mengalami krisis ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.

“Belum lama ini warga kesulitan mendapatkan BBM, bahkan harus antre berjam-jam dan berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki stok. Ini harus jadi pertimbangan,” ungkapnya.

Baca juga: BBM Bergejolak, Rakyat Menanggung Beban


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dampak kenaikan BBM nonsubsidi tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Kalau tidak diantisipasi, pergeseran ke BBM subsidi akan memperbesar beban anggaran negara,” katanya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)