Azwendi: Prostitusi Sudah Jadi Modus Operandi, Harus Ditumpas

Endi Dwi Setyo
146 view
Azwendi: Prostitusi Sudah Jadi Modus Operandi, Harus Ditumpas
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri

PEKANBARU, datariau.com- Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE menilai perlu adanya langkah tegas untuk memberantas maraknya kasus prostitusi yang berujung dengan tindak kriminalitas. Sebab,beberapa hari yang lalu seorang pemuda babak belur dikeroyok oleh pekerja seks komersial (PSK) serta rekannya. Hal ini karena pemuda tersebut tidak membayar jasa PSK karena tidak sesuai dengan pesanan, antara foto dan wanita yang datang tidak sesuai.

"Saya kira ini sudah menjadi salah satu modus operandi dan ini juga sudah menjadi tindak kriminalitas," kata Azwendi, Kamis (25/11/2021).

Diterangkan Azwendi, maraknya kasusprostitusi yang berujung dengan tindak kekerasan inibermula dariperkenalanmelalui aplikasi kencan atau menggunakan media sosial. Aplikasi ini juga telah menimbulkanbanyak korban dan memicu dampak sosial yang tidak baik.

"Ini bukan prostitusi saja. Jadi ada tingkat kriminalisasi disitu. Ada ancaman, pemerasan, perampasan hingga penganiayaan dan itu sudah sindikat. Harus ditumpas, diselesaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada," jelasnya.

Menurutnya, perlu adanya pencegahan dan pemantauan dari pemeritah agar praktik prostitusi ini tidak kembali lagi terulang di Kota Pekanbaru.

"Tentu aplikasi yang berpotensi mengundang untuk berbuat prostitusi itu fasilitas sarana pra sarana nya tentu itu harus dipantau, kalau perlu ditutup (aplikasi)," ujarnya.

Azwendi menekankan pihak hotel harus ikut turut serta mencegah praktik prostitusi semakin marak terjadi di Kota Pekanbaru.Sebab, hotel-hotel dicurigai sebagai tempat sarang prostitusi online.

"Saya lihat modus operandi ini mereka menyewa hotel disatu tempat, disitu mereka menghidupkan aplikasinya dan kamarnya mereka siapkan, dan tamu tinggal datang," terangnya.

Politisi Demokrat ini juga mengimbau pengusaha hotel agar lebih cermat dan selektif dalam menerima tamu-tamu. Jika pihak hotel kedapatan ikut dalam pembiaran praktik prostitusi, ia meminta hotel bersangkutan agar dikenakan sanksi.

"Saya bukan menyalahkan pihak hotel, tapi tolong fungsi anda sebagai pengusaha mengantisipasi prostitusi ini. Kalau orangnya itu-itu saja, tamunya itu-itu saja, itu harus anda kendalikan. Kalau tidak dikendalikan, saya rasa anda ikut melakukan pembiaran," ucapnya.

Ia juga menyarankan pihak sekolah untuk turut serta berperan aktif mencegah praktik prostitusi agar semakin tidak meraja lela di Kota Pekanbaru. Pasalnya, aplikasi kencan ini sangat mudah digunakan oleh berbagai kalangan baik itu orang dewasa maupun anak-anak.

"Pihak-pihak sekolah untuk merazia handphone anak murid-murid. Apakah ada yang menggunakan aplikasi yang mengarah kesana (prostitusi). Jadi itu harus kita awasi dan dikendalikan juga," pungkas Azwendi. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo