Anggota DPRD Pekanbaru Tolak Pemerintah Naikkan Harga BBM Bersubsidi

datariau.com
1.049 view
Anggota DPRD Pekanbaru Tolak Pemerintah Naikkan Harga BBM Bersubsidi

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hamdani MS SIP mengatakan bahwa PKS konsisten secara tegas menolak kenaikan BBM bersubdisi jenis Pertalite dan Solar yang bakal diumumkan pemerintah dalam waktu dekat.

"Ya, secara prinsip kami PKS dari pusat sampai daerah itu sangat jelas menolak kenaikan harga BBM bersubdisi. Mengapa? Karena saat ini masyarakat itu ekonominya masih terseok-seok," kata Hamdani, Senin (22/8/2022).

Hamdani juga menyinggung tema HUT ke-77 RI "Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat". Menurutnya, pemerintah seharusnya berupaya membangkitkan dan memulihkan ekonomi masyarakat yang tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Tema HUT RI ke-77 kemarin itu harusnya dibuktikan dengan bagaimana kita menguatkan ekonomi masyarakat terlebih dahulu. Saat ini ekonomi masyarakat belum stabil, tapi kenapa pemerintah ujug-ujug menaikkan hal-hal yang membuat ekonomi masyarakat itu justru semakin lemah," jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru ini berpandangan, pemerintah semestinya mengkaji ulang kenaikan harga pertalite yang rencananya bakal diumumkan Presiden Jokowi.

"Seharusnya ekonomi masyarakat dikuatkan dulu, berapa peluang kerja yang sudah ditawarkan pemerintah dan berapa ekonomi yang sudah diangkat pemerintah. Jadi itu dulu yang perlu diselesaikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," terangnya.

Secara pribadi, Hamdani secara tegas menolak BBM Bersubdisi bakal dinaikkan oleh pemerintah dalam waktu dekat. Ia berharap, pemerintah mengutamakan kesejahteraan rakyat yang masih susah akibat pandemi covid-19 ditambah lagi dengan lonjakan harga-harga lainnya.

"Sejatinya, dalam kondisi sulit ini seharusnya pemerintah menaikkan kesejahteraan masyarakat dulu. Kalau kesejahteraan naik, mungkin kenaikan (BBM) itu bisa lebih rasional. Sedangkan ekonomi saat ini belum stabil dan belum kuat lalu pemerintah menaikkan harga, itu kan tidak tepat. Maka dari itu kita secara tegas menolak," pungkasnya. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)