Terkait Judi Gelper, DPRD Inhu Pertanyakan Kinerja Kepolisian dan Pemerintah Daerah

Admin
2.036 view
Terkait Judi Gelper, DPRD Inhu Pertanyakan Kinerja Kepolisian dan Pemerintah Daerah
Foto: Ilustrasi tempat judi gelper.

RENGAT, datariau.com - Judi berkedok permainan anak-anak di Kabupaten Indragiri Hulu diduga masih menjamur, terkesan ada pembiaran oleh aparat setempat. Sejumlah pihak yang mewakili masyarakat, termasuk media sebagai kontrol sosial telah acap kali memberitakan perihal dugaan judi Gelper di Inhu yang konon diduga telah melanggar perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan apa yang tertera dalam KUHP Pasal 303 tentang perjudian.

Sejauh ini tindak perjudian berbentuk Gelper yang diduga telah mewarnai hampir setiap kecamatan di Inhu terkesan tumbuh subur bak jamur di musim penghujan, dan sepertinya tidak menemui kendala apapun dari aparat setempat, karena kenyataannya seluruh pihak pengelola perjudian tersebut semakin hari kian merajalela.

Dari penelusuran Datariau.com, baru-baru ini di lapangan menemukan adanya sejumlah tempat di beberapa kecamatan di Inhu terdapat tempat permainan judi Gelper yang berkedok permainan anak-anak, menjamur sedemikian rupa.

Terkait fenomena judi yang berlindung pada permainan anak-anak di Kabupaten Inhu, Mariadi, Anggota DPRD Inhu dari Fraksi PPP kepada Datariau.com menyampaikan rasa kekecewaanya terhadap aparat penegak hukum, bahwa penegak hukum disebut belum tegas dalam memberantas praktik perjudian yang sedang marak di beberapa kecamatan di Inhu.

"Ini sudah dapat diduga bahwa Kepolisian di Riau belum mampu memberantas praktik perjudian Gelper berkedok permainan anak-anak ini, bahkan ini kita pastikan sebagai bentuk pembiaran karena diduga sejumlah oknum telah menerima upeti dari pelaku dan pengelola perjudian," katanya melalui telepon seluler.

Menurutnya, dari kenyataan yang sedang dipertontonkan oleh para pengelola perjudian maupun oleh penegak hukum, ini akan merusak tatanan dan budaya Melayu di Inhu dan akan menghambat visi misi pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Kota Layak Anak.

"Masyarakat dan pemerintah telah berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Inhu kota layak anak, namun jika begini yang terjadi, dimana praktik perjudian justru dibiarkan tumbuh subur, maka cita-cita rakyat inginkan kabupaten Inhu kota layak anak tidak akan terwujud," jelasnya.

Bahkan untuk mendesak Kepolisian di daerah Riau dan jajarannya agar segera menindak semua pengelola judi Gelper yang berkedok permainan anak-anak yang ada di Kabupaten Inhu, DPRD berharap Kepolisian Daerah Riau dan jajaran serius menindak pengelola yang menyediakan tempat penyakit masyarakat tersebut. "Ini sudah benar-benar mengecewakan kita sebagai masyarakat Inhu," tegasnya.

Mariadi juga menyoroti kinerja pihak Polres dan Polsek di Inhu yang dinilainya kurang tegas dan serius. "Sementara jika kita lihat, pihak Polres maupun Polsek terkesan tidak tegas dan tidak serius juga untuk membasmi praktik judi yang ada di wilayah kerjanya masing-masing," tegasnya.

Menurut Mariadi yang dikenal vokal di kalangan DPRD Inhu, bahkan jika diberi wewenang baginya untuk melakukan pengungkapan kasus modus perjudian yang disebut sebagai ajang permainan anak-anak, ia siap menjadi saksi bahwa Gelper itu adalah permainan tindak pidana perjudian.

"Saya kira apa yang dijadikan sebagai alasan permainan dan bukan judi atau tidak terbukti sebagai tindak pidana perjudian, itu menurut saya hanya lelucon atau lawak dari mereka," tegasnya.

"Kita juga sangat sayangkan oknum di pihak kecamatan, kelurahan atau desa yang terkesan menutupi dan diduga berkerjasama dengan pengelola perjudian Gelper tersebut karena diduga adanya iming-iming bulanan. Pihak kecamatan, Kelurahan, Desa dan Perangkat tidak seharusnya memberikan izin dan dukungan buka perjudian Gelper yang berkedok permainan anak-anak," tegasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com