Siswi SD di Kampar Ini Sering Murung di Sekolah, Ternyata..

datariau.com
3.795 view
Siswi SD di Kampar Ini Sering Murung di Sekolah, Ternyata..
Ilustrasi

BANGKINANG, datariau.com - Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Kampar sering murung di sekolah. Karena para guru dan teman-temannya penasaran, ternyata penyebab siswi itu pemurung terungkap.

Ternyata dia mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.

Mirisnya, kekerasan yang dialami Melati (bukan nama sebenarnya) tersebut justru terjadi pada hari Ahad (23/7/2017) atau bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Pekanbaru. Pada hari itu Presiden Jokowi bergembira bersama ribuan anak-anak dari seluruh Indonesia.

Apa yang dialami Melati yang baru berusia 8 tahun tersebut pertama kali diketahui wali kelasnya di salah satu Sekolah Dasar Kecamatan Bangkinang Kota di Kabupaten Kampar pada Senin (24/7/2017) pagi. Ketika itu sang guru melihat Melati dalam kondisi murung di dalam kelas di saat teman-temannya bermain di luar.

Melihat ada yang tidak beres sang guru berusaha mengorek informasi dari sang anak apa yang sedang dialaminya. Setelah didekati dan diajak bicara, terungkaplah bahwa Melati baru saja mengalami dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya berinisial SG (22).

Betapa kagetnya sang Wali Kelas melihat anak didiknya itu mengalami dugaan kekerasan seperti merah di bagian mata dan pelipisnya bengkak. Tidak sampai disitu saja, Wali Kelasnya memeriksa di bagian lain rupanya bagian badan dan paha ada bekas cubitan berwarna biru. Bekas tersebut akibat korban dipukul, ditampar, dicubiti serta ditinju bagian matanya oleh ibu tirinya. Perlakukan yang lebih miris lagi Melati juga pernah ditendang hingga terjatuh.

Merasa iba dan kasihan, AS langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Sekolah. Dari hasil kesepakatan Wali Kelas dan Kepala Sekolah akhirnya Melati dibawa ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Kampar. Selanjutnya persoalan ini dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar dan disepakati untuk dilaporkan ke Polres Kampar.

Setelah pertemuan di Kantor P2TP2A Kabupaten Kampar, Ketua P2TP2A Kabupaten Kampar Hafis Tohar bersama korban, Wali Kelas, Kepala Sekolah dan perwakilan dari DPPKBP3A Kabupaten Kampar melaporkan kasus dugaan kekerasan terhadap Melati.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kampar.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kampar melalui Bripka Fitri Yeni Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), membenarkan adanya dugaan kasus KDRT yang dialami Melati. Menurut Fitri Yeni bahwa pelaku sudah ditahan dengan alasan dikhawatirkan pelaku melarikan diri. "Pelaku sudah kita tahan untuk proses hukum selanjutnya," ungkap Fitri.

Ditambahkan Fitri, bahwa pelaku ditangkap pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2017 sekitar pukul 14:00 WIB oleh anggota Unit PPA yang dibantu oleh Unit 3 dengan mendatangi tersangka yang ketika itu sedang bekerja di pinggir sungai. "Selanjutnya dibawa ke Polres Kampar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," katanya.

Ia berharap dengan diprosesnya kasus dugaan KDRT ini adalah untuk memberikan efek jera dan tidak ada lagi terjadi kasus serupa terhadap anak di Kabupaten Kampar.  

"Kita juga mengimbau kepada para guru untuk berperan aktif seperti dalam kasus ini. Berkat peran aktif guru sama Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak dari DPPKBP3A Kabupaten Kampar sampai kejadian tersebut bisa dilaporkan di Polres Kampar," bebernya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada guru dan Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak atas atensi dan peran aktifnya sehingga membantu dan mudahkan kinerja Unit Pelayanan Perempuan dan Anak dalam menangani kasus ini.

Sedangkan korban Melati saat ini masih dalam pengawasan dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar dan masih berstatus murid SD di Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.

Editor
: Riki
Sumber
: Cakaplah.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)