Sekolah Diminta Tes Urine Pelajar

datariau.com
1.437 view
Sekolah Diminta Tes Urine Pelajar
Gambar: Tribun

PEKANBARU, datariau.com - Kasus yang menimpa 5 pelajar usia SMP dan SMA di Kota Pekanbaru, tertangkap pesta narkoba di Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya kemarin, diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi para orangtua. Terutama dalam mengawas gerak-gerik, serta prilaku anak-anaknya. Sebab, kasus ini terjadi, faktor salah satunya, karena kurangnya perhatian orangtua.

Jika para orangtua siswa tersebut nyinyir mengawasi, serta memberikan perhatian penuh kepada anaknya, maka kecil kemungkinan akan terjadi hal tersebut.

"Kita harapkan, para orangtua jangan anggap sepele kejadian ini. Mari selamatkan anak-anak kita dari narkoba. Pergaulan, lingkungan dan perhatian, menjadi hal yang utama dicamkan para orangtua. Jangan sampai anak kita korban berikutnya," saran Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Heri Pribasuki, Jumat (27/4/2018).

Seperti diketahui, 4 siswa laki-laki berinisial AB, DA, MF, DP, dan 1 pelajar siswi ditangkap polisi saat asik pesta sabu, di Jalan Gajah Mungkur, Gang Lili Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Senin (23/4/2018) lalu.

Usia para siswa ini berkisar antara 14 hingga 16 tahun. Mereka di antaranya ada yang pelajar setingkat SMA, bahkan ada yang masih SMP.

Barang bukti yang disita berupa alat hisap sabu (bong) yang dirakit dari bekas minuman air mineral, pipet, kaca pirex, mancis, bungkusan plastik sabu, serta 2 unit sepeda motor.

"Kalau melihat cara mereka mengkonsumsi sabu-sabu tersebut, kita pastikan ada yang mengajarnya. Bahkan, ada juga otak pelakunya selain ke-5 siswa ini. Kita sangat yakin untuk ini," sebutnya.

Karenanya, DPRD meminta kepada Kepolisian, untuk membongkar kasus ini hingga ke penjual dan bandar sabu-nya.

Sebab, diduga kuat, para penjual dan bandar sabu ini, sudah menjadi langganan korbannya para pelajar dan mahasiswa.

Lebih dari itu, dewan juga meminta kepada para guru dan kepala sekolah, untuk melakukan tes urine kepada para siswanya, terutama siswa-siswi yang dinilai bandel dan prilakunya berbeda dari siswa lainnya.

Tes urine ini dilakukan paling tidak satu atau dua bulan sekali. Mengenai biayanya, diharapkan Disdik Pekanbaru juga harus turun tangan.

"Ini perlu dilakukan, agar tidak ada lagi siswa-siswi kita yang jadi korban narkoba. Kasihan mereka dan orangtuanya," pinta politisi PDI-P ini.

Editor
: Riki
Sumber
: Tribunpekanbaru.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)