Perdana Paripurna DPRD Melalui Video Conference Bupati Siak Sampaikan LKPJ dan RDTR

Datariau.com
456 view
Perdana Paripurna DPRD Melalui Video Conference Bupati Siak Sampaikan LKPJ dan RDTR
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi video conference LKPJ dan RDTR pada paripurna DPRD Kabupaten Siak.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyampaikan LKPJ tahun 2019 dan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura tahun 2020-2040 pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Siak, Senin (13/4/2020) kemarin.


Rapat Paripurna tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan melalui video conference Bupati Siak Drs H Alfedri MSi bersama DPRD Kabupaten Siak ditengah pademi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh daerah di Indonesia.


Dari Ruang Bandar Siak Live Room Command Center video conference pada Rapat Paripurna ini Bupati Siak Drs H Alfedri MSi kembali menyampaikan pencapaian dan wujud visi Kabupaten Siak pada tahun 2016-2021 mendatang. 


Sementara ini penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2019 dijelaskan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi tahun 2019 lalu pencapaian realisasi pendapatan daerah lebih besar dari target pendapatan daerah.


"Tahun 2019 lalu target PAD sebesar Rp238,07 miliar lebih dengan realisasi PAD Rp264,36 miliar lebih atau sebesar 111,05 persen. Kontribusi terbesar dalam struktur PAD Kabupaten Siak bersumber dari penerimaan hasil pajak daerah," kata Alfedri.


Sementara itu tahun 2019 target dana perimbangan sebesar Rp1,52 triliun lebih, dengan realisasi sebesar Rp1,61 triliun lebih atau sebesar 105,89 persen. Untuk Realisasi lain lain pendapatan daerah yang sah sebutnya, pada tahun 2019 lalu hampir mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 99,13 persen atau terealisasi sebesar Rp343,91 miliar lebih.


Alokasi Anggaran dan Realisasi Belanja Daerah selama tahun 2019, kata Alfedri dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan seluruh urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan, urusan pendukung dan penunjang urusan pemerintah.


Pencapaian kinerja pembangunan daerah Kabupaten Siak selama tahun 2019, kata dia, dilaksanakan berdasarkan 6 prioritas pembangunan daerah diantaranya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, diantaranya peningkatan infrastruktur dasar.


Panjang jaringan jalan secara bertahap dirincikan Alfedri, telah mencapai 47,46 persen dengan panjang jalan yang telah teraspal sepanjang 969,31 Km. Capaian persentase jaringan irigasi dalam kondisi baik mengalami peningkatan sebesar 2,91 persen menjadi 81,68 persen pada tahun 2019. 


Sementara persentase rumah tangga yang mendapat akses air bersih pada tahun 2019 sebesar 78,07 persen. "Pembangunan dibidang kesehatan menjadi salah satu program prioritas utama. Hal ini mengakibatkan capaian yang telah diraih menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengan meningkatnya angka harapan hidup di Siak disetiap tahunnya. Tahun 2019 angka harapan hidup mencapai sebesar 71,20 tahun," ujarnya.


Selain itu dalam hal pengembangan kawasan strategis pariwisata, kunjungan wisatawan tahun 2019 mencapai 618.101 wisatawan atau meningkat sebanyak 231.063 wisatawan dari tahun 2018 sebanyak 387.038. dan disektor pertanian perkebunan produksi padi dan palawija mencapai 66.002 ton, produksi tanaman holtikultura meningkat menjadi 46.286 ton dari tahun 2018 sebesar 35.418 ton, dan produksi tanaman perkebunan tahun 2019 sebesar 1.289.532 ton. 


"Hal yang cukup menggembirakan di bidang pertanian adalah penambahan luas sawah di Siak akibat alih fungsi lahan sawit menjadi sawah sebesar 276,5 haktare yang tersebar di Bungaraya dan Sabak Auh, sehingga luas sawah di Siak tahun 2019 sebesar 5.180 hektare," jelasnya.


Pada pembangunan berwawasan lingkungan yang sistematis dan strategis dalam pengelolaan di bidang lingkungan, berupa pengelolaan sampah, penambahan ruang terbuka hijau, serta didukung regulasi kebijakan terkait, tentang Siak Kabupaten Hijau dan penyusunan roadmap Siak Kabupaten Hijau. 


Kabupaten Siak telah menerima Piala Adipura Kategori  Kota Kecil sebanyak 4 kali, sehingga pada tahun ini Kabupaten Siak masuk nominasi untuk mendapatkan Adipura Kencana. "Di bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Siak terus berkembang, jumlah koperasi tahun 2019 sebanyak 286. Atas usaha kita mengembangkan UMKM, Siak mendapatkan penghargaan Natamukti ketiga dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, sebagai bentuk apresiasi kepada Pemda yang berhasil mendorong keberlangsungan UMKM di daerah dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI," imbuhnya.


Sementara angka kemiskinan di Kabupaten Siak, sebut Alfedri pada tahun 2019 juga membaik menjadi sebesar 5,03 persen dibawah angka kemiskinan Provinsi Riau dan Nasional. Angka ini disebut lebih baik dibanding tahun 2018 dengan persentase sebesar 5,44 persen. 


IPM Kabupaten Siak selama 2 tahun terakhir dijelaskannya mengalami peningkatan, dimana IPM Kabupaten Siak tahun 2018 sebesar 73,73 persen atau atau meningkat sebesar 0,55 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 73,18 persen diatas Provinsi Riau. 


"Angka ini menunjukkan semakin baiknya kualitas sumber daya manusia di Siak. Siak termasuk kategori tinggi dan menempati posisi ketiga untuk kabupaten/kota se-Provinsi Riau setelah Pekanbaru dan Dumai," pungkas Alfedri.


Pemerintah Kabupaten Siak, dijelaskan Alfedri juga telah menganggarkan dan menyalurkan belanja tidak langsung bantuan keuangan kepada desa/kampung pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp254,45 miliar, berupa belanja bantuan kepada desa/kampung dengan realisasi sebesar Rp254,37 miliar atau 99,97 persen.


Saat Video Conference itu berlangsung, Alfedri menjelaskan bahwa Kabupaten Siak terpilih mendapatkan bantuan teknis penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura secara OSS, karena dianggap sebagai salah satu kabupaten yang memiliki nilai investasi tinggi bersama 57 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.


Latar belakangnya, sebut Alfedri, dikarenakan kawasan perkotaan Siak Sri Indrapura sebagai pusat kegiatan wilayah Kabupaten Siak yang meliputi Kecamatan Siak dan Mempura. Selain pusat pemerintahan, hal ini salah satu wilayah yang memiliki potensi investari di bidang cagar budaya, pariwisata dan perekonomian.


"Penyusunan rencana RDTR ini diharapkan dapat mempermudah proses perizinan berusaha terutama dalam memberi izin permanfaatan tanah dan izin mendirikan bangunan. Rencana RDTR kawasan perkotaan Siak Sri Indrapura kurang lebih seluas 5.852 hektare," jelasnya. 


Dimana RDTR yang disusun bertujuan untuk mewujudkan aspek keruangan yang harmonis antara budaya, wisata dan lingkunan sebagai wujud bagian wilayah perencanaan (BWP) Perkotaan Siak Sri Indrapura. 


Rencana pengembangan berdasarkan 4 sub bagian wilayah antara lain dengan konsep pengembangan kawasan cagar budaya, pengembangan pusat pemerintahan, kawasan perekonomian dan kawasan wisata dan perekonomian.(Eman)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)