Komisi II Gelar Rapat Tertutup dengan PT MPP Bahas Pasar Sukaramai

datariau.com
723 view
Komisi II Gelar Rapat Tertutup dengan PT MPP Bahas Pasar Sukaramai
Foto: Ist.
Suasana rapat.
PEKANBARU, datariau.com - Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai yang kini berganti nama menjadi Sukaramai Trade Centre (STC) bekas Plaza Sukaramai, Senin (17/2/2020). Rapat ini dilaksanakan secara tertutup tidak diperkenankan wartawan masuk.

Ketua Komisi II H Fathullah beralasan, untuk rapat dan berunding dengan orang pasar memang sedikit sensitif, sehingga tidak ingin rapat ini diliput secara langsung oleh media, namun usai rapat para petinggi yang hadir diperkenankan untuk diwawancarai media mengenai hasil rapat.

"Kita sama-sama tahu, berunding dengan orang pasar gimana. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan agar tak ada lagi muncul permasalah baru di tingkat pedagang," ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah, kepada wartawan, usai memimpin rapat.

Rapat ini dipimpin Ketua Komisi II H Fatullah didampingi Wakil Ketua Komisi II Arwinda Gusmalina, Sekretaris Komisi Dapot Sinaga, serta anggota Komisi II Eri Sumarni, Roem Diani Dewi, David Marihot Silaban, Munawar Syahputra dan M Sabaruddi.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Saiman Pakpahan saat diminta tanggapannya mengenai rapat tertutup Komisi II DPRD Kota Pekanbaru dengan PT MPP pengelola STC, menurutnya kejadian ini menimbulkan kecurigaan di kalangan publik.

Menurut akademisi Universitas Riau ini, persoalan pedagang eks Plaza Sukaramai mestinya dibuka dengan semangat transparansi. Sebab, banyak informasi yang wajib disampaikan ke stakeholder.

"Kalau motifnya disembunyikan begini, ada kecurigaan bagi fungsi di legislatif itu untuk merayu," kata Saiman.

Menurutnya, kecurigaan serta dugaan adanya deal-deal oknum legislatif dengan pengusaha itu diyakini menemui peluang tertentu untuk meraih keuntungan ekonomi melalui rapat pembahasan itu.

"Ketika mereka menggelar rapat tertutup, peluang mereka untuk saling sandera jadi besar, pengusaha akan menginvestasikan uangnya kemudian penguasa akan memberikan otoritasnya. Itu publik harus tahu," pungkas Saiman. (wan)
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)