Kedai Tuak Tempat Judi dan Diduga Ada Narkoba di Inhu Ternyata Belum Diketahui Polisi

datariau.com
2.648 view
Kedai Tuak Tempat Judi dan Diduga Ada Narkoba di Inhu Ternyata Belum Diketahui Polisi
Heri
Lokasi kedai tuak yang jadi tempat main judi dan diduga juga penggunaan narkoba.

RENGAT, datariau.com - Lemahnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Inhu oleh Satpol PP dan instansi terkait menyebabkan marak Penyakit Masyarakat (Pekat).

Seperti judi, kafe karoke, miras dan peredaran narkoba. Disinyalir selain tempat main judi, kedai tuak di Jalan Lintas Timur Desa Sidomuliyo Kecamatan Lirik juga tempat transaksi dan penggunaan narkoba jenis shabu.

"Orang-orang yang main judi di kedai tuak milik inisial Kb dan Tf tidak saja sekedar main judi, tapi diduga juga sambil nyabu. Karena kalau pas ramai yang main judi sering kelihatan salah seorang bandar narkoba bernama inisial MS alias Sa bolak balik ke kedai tuak tersebut, ngapa coba dia ke kedai tuak itu bolak balik kalau tidak ngantarkan narkoba," terang warga kepada datariau.com, Jumat (10/11/2017).

"Kami berharap UPK Lirik dapat segera menutup kedai tuak tersebut. Karena tempat tersebut sudah sangat meresakan dan juga mengkhawatirkan sekali," harap warga ini yang tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut.

Bebasnya permainan judi, miras, narkoba, kafe karoke plus protitusi di Kecamatan Lirik khususnya Desa Sidomuliyo dan Desa Japura disinyalir ada oknum-oknum tertentu yang membeking.

Terkait permasalahan ini, Kanit Reskrim Polsek Lirik Iptu Muliadi saat dikonfirmasi datariau.com mengaku belum mengetahui lokasi tersebut. Atas informasi dari wartawan dalam konfirmasi ini, pihaknya akan segera membentuk tim untuk mengecek keberadaan kedai tuak tersebut.

"Informasi ini akan kita sampaikan ke Kapolsek dan kita akan segera melakukan penyelidikan," tegasnya sambil mengatakan, bahwa pihaknya akan sesegera mungkin melakukan tindakkan terhadap tempat lokasi permainan judi tetsebut.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)