Kak Seto Minta Pemilik Panti Tunas Bangsa Pekanbaru Dihukum Berat

datariau.com
3.352 view
Kak Seto Minta Pemilik Panti Tunas Bangsa Pekanbaru Dihukum Berat
Kak Seto saat mengunjungi panti tempat korban bayi usia 18 meninggal dunia secara tidak wajar.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi menilai, panti asuhan milik Yayasan Tunas Bangsa Pekanbaru sangat tidak layak bagi anak-anak.

Penilaian itu diungkapkan pria yang akrab disapa Kak Seto ini usai diizinkan personil Babhinkatibmas dari Polres Tanayan Raya untuk masuk ke lokasi yang sebelumnya dipasang garis polisi atau police line tersebut.

"Melihat Panti Asuhan ini saya seperti melihat tempat kejadian Angelina (tewas disiksa ibu angkat di Bali, Red) di Bali. Kalau Angelina mungkin sudah agak besar (waktu itu, Red), ini bayi (korban M Zikli, Red), hidup kayak begini. Ini sangat sangat tidak layak. Kami sangat mendesak (pemilik Yayasan Tunas Bangsa, Lili Rachmati, Red) harus dikenakan sanksi keras," kata Kak Seto dikutip riauterkinicom, Selasa (31/1/2017).

Mirisnya lagi, imbuh Kak Seto, pemilik Yayasan Tunas Bangsa yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya M Zikli, memanfaatkan sumbangan dari para donatur dan penderma, tetapi malah tidak memperbaiki kehidupan anak-anak asuh di panti tersebut.

Setelah melihat-lihat ke dalam Panti Asuhan, Kak Seto menilai tempat ini lebih menyerupai tempat sampah.

"Sudah lah bau. Baik itu makanan, sumbangan-sumbangan, pakaian, permainan, tempat ayunan anak-anak, tidak tepat atau tidak layak untuk seorang bayi yang seharusnya mendapatkan tempat yang sehat, sangat bersih dari sudut udara dan kemungkinan penyakit kulit dan sebagainya," pugnkasnya.

Editor
: Adi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)