DPRD Pekanbaru Pertanyakan Bapenda Belum Pasang Tapping Box di Secure Parking

datariau.com
684 view
DPRD Pekanbaru Pertanyakan Bapenda Belum Pasang Tapping Box di Secure Parking
Jhon Romi Sinaga.

PEKANBARU, datariau.com - Pimpinan DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE, kembali mempertanyakan alasan Bapenda Pekanbaru, belum memasang tapping box (alat perekam transaksi), di sejumlah secure parking, di Kota Pekanbaru ini. Padahal, apa yang sudah dilakukan pengelola secure parking tersebut, sudah termasuk pungutan liar (pungli). Sebab, pungutan parkir yang dilakukan petugas, dipastikan tidak sesuai lagi dengan Perda/Perwako Kota Pekanbaru.

"Masyarakat sudah banyak melaporkan masalah secure parking ini ke kami. Ini sudah masuk ranah pungli," tegas Jhon Romi, Selasa (6/11/2018).

Laporan yang dikeluhkan masyarakat, selain masalah nilai rupiah parkir, juga beberapa warga yang tidak dapat sarana ruang parkir (SRP), lalu keluar dari gedung mal/atau pusat perbelanjaan, dikenai tarif. Termasuk bagi masyarakat yang hanya numpang lewat, juga dikenai tarif parkir.

Tak tanggung-tanggung, nilai parkirnya Rp 5.000 bagi roda empat dan Rp 3.000 bagi kendaraan roda dua. Kondisi ini menurut Politisi PDI-P tersebut, hampir terjadi di semua pusat perbelanjaan/mal, hotel serta sejumlah rumah sakit. Seperti Mal SKA, Living Word, Ramayana Panam, Plaza Senapelan, Mal Ciputra dan lainnya. Bahkan ironisnya, ada mobil yang tak sampai parkir satu jam, ditagih Rp 6.000-Rp 7.000.

"Kita heran, kenapa satu pun secure parking, tak ada memasang tarif yang sama. Baik itu kurang satu jam, atau lebih. Yang pasti, laporan warga tersebu, petugas secure parking selalu mematok tarif maksimal," tegasnya.

Jhon Romi kembali mempertanyakan ketegasan Bapenda Pekanbaru, selaku leading sektor terkait. "Kenapa ini dibiarkan. Apa Kepala Bapendanya takut, pengelola secure parking orang kuat atau pengusaha yang dekat dengan pejabat. Jangan begitu dong, kasihan masyarakat. Lagi pula, kita pastikan tidak akan sama nilai tagihan mereka dengan PAD yang diberikan," katanya.

Terkait hal tersebut, Politisi yang terkenal vokal ini, meminta agar Bapenda melakukan action di lapangan. Paling tidak memasang plang Perda/Perwako tentang Pajak Parkir ini, di setiap pintu masuk secure parking. "Jangan papan yang ditempel pengelola secure parking. Itu suka-suka mereka. Kebijakan apapun yang mereka lakukan, yang notabene-nya merugikan masyarakat, tidak boleh terjadi di Bumi Bertuah ini," tegasnya lagi.

Pihak DPRD sendiri, lanjut Jhon Romi, akan mengagendakan memanggil beberapa pengelola secure parking yang ada di kota ini, untuk digelar hearing (rapat dengar pendapat). "Kita sudah catat nama-nama pengelolanya, surat pemanggilan akan dikirim dalam waktu dekat," janjinya. (*)

Editor
: Redaksi
Sumber
: http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/11/06/dewan-pertanyakan-alasan-bapenda-pekanbaru-belum-pasang-tapping-box-di-secure-parking
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)