Bendahara SMK Teknologi Lirik yang Merekayasa Perampokan Dikirim ke Polres Inhu

datariau.com
3.640 view
Bendahara SMK Teknologi Lirik yang Merekayasa Perampokan Dikirim ke Polres Inhu
Heri
Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Andre Setiawan SH.

RENGAT, datariau.com - Teguh (39), Bendahara SMK Teknologi Lirik korban dan sekalian sebagai pelaku perampokan yang terjadi beberapa pekan lalu di Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu, hari ini Senin (17/4/2017) kasusnya dilimpahkan ke Polres Inhu untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Lirik AKP Amran Kadir saat dikonfirmasi datariau.com Senin sore mengatakan, pelaku sudah dilimpahkan ke Polres Inhu pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wib.

"Untuk permasalahan kasus tersebut langsung saja hubungi Kapolres, Kasat Reskrim atau Kabag Humas Polres Inhu," pinta Kapolsek kepada datariau.com yang ingin konfirmasi terkait kasus rekayasa perampokan tersebut.

Sementara informasi yang dirangkum datariau.com, dipindanya Teguh yang merupakan Bendahara SMK Teknologi Lirik pelaku perampokan rekayasa ke Polres Inhu diduga banyak tekanan dari pihak SMK Teknologi Lirik maupun pihak keluarga Teguh, menurut informasi keluarga Teguh dan pihak SMK Teknologi Lirik ingin menarik laporan dan damai.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Andre Setiawan SH SIk saat dikonfirmasi melalui selulernya Senin (17/4/2017) membenarkan bawa Bendahara SMK Teknologi Lirik itu sudah dilimpahkan ke Polres Inhu.

"Benar, kasus Bendahara SMK Teknologi Lirik dilimpahkan ke Polres Inhu dari Polsek Lirik, dan tadi siang berkas dan pelaku sudah berada di Polres Inhu," sebutnya.

Disinggung bawa pihak sekolah dan keluarga Teguh sedang berupaya menartik laporan dan mengajak damai, diterangkannya bahwa sampai sejauh ini belum ada pihak sekolah maupun keluarga Bendahara SMK Teknologi Lirik untuk upaya yang disampaikan itu.

"Kalau pun ada, apa yang mau ditarik atau didamaikan, kasus perampokan rekayasa ini tetap kita lanjutkan hingga ke meja hijau, pelaku selain melakukan rekayasa perampokan juga telah membuat laporan palsu," paparnya.

Ditanya kembali kemungkinan ada pelaku lainnya dan uang Rp200 juta itu uang dari mana, uang para murid atau uang bantuan dari pemerintah, dijelaskan AKP Andre, untuk pelaku lain sampai saat ini belum bisa dipastikan dan masih dalam pemeriksaan terhadap pelaku.

"Mengenai uang itu dari mana atau digunakan untuk apa, saya belum bisa menjawab sekarang, karena pelaku baru tadi diperiksa oleh penyidik," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)