Anggota DPRD Kuansing Dapat Laporan, PT Duta Palma Nusantara Persulit Karyawan Beribadah

Admin
1.155 view
Anggota DPRD Kuansing Dapat Laporan, PT Duta Palma Nusantara Persulit Karyawan Beribadah
Foto: Riauterkini.com
Status Anggota DPRD Kuansing di Facebook.

TELUKKUANTAN, datariau.com - Sungguh disayangkan dan mungkin disengaja, sebuah perusahaan yang bernama PT Duta Palma Nusantara, yang memutasikan imam sekaligus guru ngaji anak-anak karyawan ke tempat lain sektor yang sangat jauh.

Sehingga tidak ada lagi aktivitas agama di masjid lingkungan PT tersebut. Bahkan shalat Jum'at tak ada lagi, bahkan suara azan tak terdengar lagi.

"Ironisnya lagi, kalau ada karyawan mau shalat Jum'at, kata pimpinan kamu dibayar bukan untuk shalat kata salah seorang Askep inisial (i) kalau lah seperti ini terus, hancur lah agama Islam di lingkungan PT tersebut, sementara disana dibangun patung Budha yang besar gimana tanggapan anda." Tulis Darmizar, Anggota DPRD Kuansing melalui postingan Facebook, Jumat (23/11/2018).

Darmizar, ketika dikonfirmasi via telelpon juga membenarkan postingannya ini, dan ini menurutnya, berdasarkan laporan yang ia terima, banyak yang mengadu pada dirinya. "Kalau melarang shalat g, kalau dimutasikan iya," ujar Darmizar.

Kemudian, untuk Askep inisial (i) ini, Darmizar, tidak mengetahui nama lengkapnya.

Terkait hal ini, tindakan apa yang akan diambil, Darmizar, juga dipusingkan dengan masalah ini. "Itu lah yang pusing kita bagaimana caranya," kata Darmizar.

Dalam percakapan, Darimzar juga menirukan percakapan salah seorang pimpinan di perusahaan tersebut. "Saya mau azan pak, bukan kerjaan tu, kau dibayar bukan untuk azan, bukan untuk sembayang," Darmizar menirukan.

Namun, terakhir saat dicek postingan Darmizar ini, telah dihapusnya di akun miliknya.

Bantah

Humas PT Duta Palma Nusantara (DPN), Damanik, membantah tudingan Anggota DPRD Kuansing, Darmizar, terkait tidak adanya aktivitas ibadah di perusahaan tempatnya bekerja. Terutama pada saat shalat Jum'at.

"Ini tidak benar pak. Kita selalu sediakan fasilitas tempat ibadah. Kita tidak pernah melarang siapa saja untuk beribadah," ujar Damanik, Jum'at (23/11/2018) siang saat dikonfirmasi.

Sedangkan terkait mutasi guru ngaji, Damanik mengatakan, bahwa itu merupakan kebijakan perusahaan. "Ini kebijakan perusahaan pak," jelas Damanik.

Terkait rumah ibadah, Damanik menjelaskan bahwa perusahaan memiliki program CSR di seputaran kebun perusahaan. "Bukti sudah ada, kita pernah lakukan CSR untuk rumah ibadah di seputaran kebun perusahaan. Kita bantu pak," kata Damanik.

Editor
: Redaksi
Sumber
: Riauterkini.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com