Anak Sesak Nafas Setelah Terkena Campak

datariau.com
1.018 view
Anak Sesak Nafas Setelah Terkena Campak
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang mempuyai seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Sekitar satu bulan yang lalu anak saya mengalami panas badan tinggi. Keluhan juga disertai dengan batuk, pilek, dan hidung meler.

Pada badannya kemudian muncul bintik-bintik merah, dimulai pada daerah belakang telinga, kemudian ke arah badan, dan kaki. Saya bawa berobat ke sebuah klinik. Dikatakan, anak saya menderita campak. Dua hari kemudian muncul sesak nafas. Anak dibawa lagi ke sebuah rumah sakit dan kemudian dirawat. Sehubungan dengan penyakit tersebut, saya ingin menanyakan beberapa hal.

Apakah sesak nafas yang dialami anak saya ada kaitannya dengan penyakit campak yang dideritanya?

Apa upaya yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut?

Wassalam.

Ibu AA
di Banda Aceh

Jawab:


Waalaikumussalam,

Ibu AA yang saya hormati. Penyakit campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit ini dapat menimbulkan banyak komplikasi. Hampir sebagian besar bagian tubuh ikut terganggu. Dalam perjalanan penyakit, campak ditandai oleh tiga periode (stadium penyakit) dengan gejala yang khas pada seorang penderita.

Periode pertama adalah stadium masa tunas yang diperkirakan berlangsung 10 hingga 12 hari. Pada periode pertama ini, seorang anak belum memperlihatkan gejala-gejala penyakit, tetapi virus penyebab sudah berada dalam tubuh penderita.

Stadium kedua disebut stadium prodromal. Pada stadium ini sudah tampak gejala penyakit berupa batuk, pilek, dan mata yang merah dan berair. Pada stadium ketiga yang disebut juga stadium erupsi, gejala menjadi tambah hebat.

Pada stadium ketiga ini ditandai dengan gejala khas berupa demam yang tinggi, diikuti dengan keluarnya bercak atau bintik warna merah yang khas. Bintik-bintik merah ini mula-mula keluar di bagian belakang telinga. Seterusnya, bintik-bintik ini akan menjalar ke wajah, kemudian ke badan, perut, hingga ke kaki.

Pada masa penyembuhan, bintik-bintik yang mula-mula timbul akan menghilang duluan, yaitu mulai belakang telinga dan yang terakhir hilang adalah yang pada kaki.

Penyakit campak dapat menimbulkan banyak komplikasi pada seorang anak. Di antara sejumlah komplikasi yang sering dijumpai adalah radang paru-paru, infeksi saluran cerna, dan infeksi pada otak.

Semua komplikasi ini terjadi karena turunnya daya tahan tubuh secara umum pada seorang penderita campak. Penurunan daya tahan tubuh ini menimbulkan dampak langsung dari virus penyebab campak atau dapat juga akibat tidak langsung oleh kuman lain.

Sesak yang ditimbulkan pada anak ibu yang menderita campak menjadi pertanda telah terjadinya komplikasi pada paru, yaitu pneumonia (radang paru).

Jika telah terjadi peradangan paru-paru, maka beberapa keluhan lainya akan muncul, yaitu batuk dan sesak nafas yang berat. Anak tampak mengalami kesulitan dalam bernafas.

Pola demam dapat dipakai untuk memperkirakan apakah penyebab radang paru sebagai akibat langsung dari virus campak atau infeksi sekunder.

Jika disebabkan langsung oleh virus campak, maka sejalan dengan penyembuhan penyakit (menghilangnya bercak merah di kulit), panas badan langsung menurun.

Jika peradangan paru disebabkan oleh bakteri lain, sebagai implikasi penurunan daya tahan tubuh, maka sesak tetap dominan dan panas badan tetap tinggi, meskipun tenda-tanda bercak merah di kulit akibat campak telah menghilang.

Dijawab oleh: dr Bakhtiar Sp.A .M.Kes, Divisi Ilmu Kesehatan Anak, IDI Banda Aceh

Source: SerambiNews.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)