Virus Corona Bisa Mati Dalam Hitungan Detik Karena Sinar Matahari, Ini kata Ilmuwan AS

Datariau.com
875 view
Virus Corona Bisa Mati Dalam Hitungan Detik Karena Sinar Matahari, Ini kata Ilmuwan AS
Gambar: Merdeka.com

DATARIAU.COM - Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat (AS) dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis mengatakan, ilmuwan pemerintah meneliti kondisi-kondisi yang bisa membunuh virus corona (Covid-19).


Hasil penelitian menunjukkan, virus bisa mati dengan cepat ketika terkena sinar matahari, panas, kelembaban, dan cairan pembersih kimia seperti cairan pemutih dan alkohol isopropyl.


Kepala Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi DHS, William Bryan menunjukkan kepada wartawan hasil penelitian pertama oleh Pusat Analisis Biodefense dan Penanggulangan Nasional pada kondisi apa virus corona dapat bertahan hidup.


Bryan mengatakan kepada wartawan, seperti dilansir dari Sputnik News, Jumat (24/4), virus itu mati "dengan kecepatan yang jauh lebih cepat" ketika terkena suhu dan kelembaban yang lebih tinggi, mencatat bahwa pada suhu 75 derajat Fahrenheit dan kelembaban 80 persen, virus mati jauh lebih cepat daripada sebelumnya, di antara satu dan enam jam. Namun, ketika terkena sinar matahari musim panas langsung di bawah kondisi itu, virus akan musnah hanya dalam dua menit.


Ilmuwan DHS juga menemukan, tanpa tindakan lebih jauh, cairan pemutih bisa membunuh virus corona dalam lima menit, dan alkohol isopropyl hanya dalam waktu satu menit.


Bryan menambahkan, biolab menguji situasi lain, termasuk konsentrasi berbeda dari sinar matahari, sinar ultraviolet, panas, dan kelembaban, termasuk penggunaan cairan pembersih kimia.


Ketika seorang reporter bertanya kepada Bryan mengapa daerah yang lembab seperti New Orleans dan Florida menjadi titik panas penyebaran Covid-19, Bryan mengatakan sinar matahari, panas, dan kelembaban tidak serta merta membunuh semua, tapi ada kondisi tertentu yang menyebabkan virus bertahan.


"Lihatlah virus corona sebagai rantai dengan banyak tautan," kata Bryan, mencatat temuan hanya menunjuk ke "tautan lemah" dalam rantai.


Karena itulah dia mengatakan perlunya mengikuti arahan dari Gedung Putih atau CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan setiap orang untuk melindungi diri dari virus.


Dia mengatakan, musim panas akan menciptakan lingkungan di mana penularan dapat dikurangi, namun pihaknya tidak mengklaim musim panas akan benar-benar membunuh virus. Namun, masih ada kesempatan untuk mencegah. (*)

Editor
: Samsul
Sumber
: Merdeka.com
Tag:Corona
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)