Miris, Warga Miskin Tidak Bisa Berobat Pakai KIS Pemberian Jokowi

datariau.com
4.168 view
Miris, Warga Miskin Tidak Bisa Berobat Pakai KIS Pemberian Jokowi
Heri
KIS yang tidak bisa digunakan.

RENGAT, datariau.com - Ribuan pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diperoleh dari Pemerintah di Kabupaten Inhu pada kebingungan, pasalnya saat berobat pihak puskesmas mengatakan bahwa kartu sakti program Presiden Jokowi tersebut tidak berlaku alias mati.

Sebagaimana yang dialami pemilik kartu Nomor 0002026342991 atas nama Tika Sari warga Lingkungan lll Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu dengan Nomor NIK 1402044504000002 dengan Faskes Tingkat l Air Molek.

Pada hari Jumat (17/11/2017) Tika Sari berobat ke Puskesmas Pasir Penyu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, lalu pihak Puskesmas memberi surat rujukan untuk periksa USG di rumah sakit ibu dan anak Safira milik dokter Bagus di Kelurahan Sekar Mawar. Dari hasil pemeriksaan dinyatkan bahwa janin yang dikandung Tika Sari sudah meninggal.

"Karena tidak memiliki biaya untuk operasi di Safira, lalu pihak Safira sarankan untuk minta surat rujukan operasi dari Puskesmas Pasir Penyu," terang paman Tika, Masliadi kepada datariau.com, Ahad malam.

Tika Sari bersama kakaknya Yani lalu ke Puskesmas Pasir Penyu meminta surat rujukkan operasi sebagaimana yang disarankan pihak Safira saat minta surat rujukkan untuk operasi dengan menggunakan KIS ternyata kartu tersebut tidak bisa digunakan. Menurut keterangan pihak Puskesmas Pasir Penyu bahwa KIS atas nama Tika Sari tersebut sudah mati dan tidak bisa untuk berobat.

"Dengan merasa kecewa, Tika Sari lalu pulang ke rumahnya dan hingga kini Tika Sari belum menjalani operasi tersebut," paman Tika Masliadi.

Terpisah, Agus Saputra, salah seorang pekerja kebersihan RTH Kecamatan Pasir Penyu dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang (PUPR) Inhu mengalami hal serupa. KIS milikinya mati tidak dapat digunakan.

"Kemarin hari Sabtu (18/11/2017) saat berobat di RSUD Indra Sari, KIS yang didapat dari Dinas PUPR Inhu dinyatakan mati dan tidak dapat digunakan," terang Lis, istri Agus, Ahad (19/11/2017) malam.

"Menurut keterangan dokter, suami saya, Agus, kenak usus buntuh dan harus dioperasi besok Senin, sementara KIS yang kami miliki tidak berlaku," lanjutnya sedih.

"Sekarang ini saya bingung sekali, karena biaya untuk operasi tidak ada, saya berharap pak Bupati Inhu H Yopi dapat membantu atau mencarikan jalan keluarnya agar suami saya besok tetap jadi operasi," harapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Inhu Gani saat dikonfirmasi mengatakan, kartu itu bukan mati, tapi mungkin belum diaktifkan.

"Untuk mengaktifkan bukan kewenangan BPJS, itu adalah kewenangan Dinas Sosial," singkaynya.

Sementara, Bupati Inhu H Yopi Arianto belum dapat dikonfirmasi, saat di coba untuk konfirmasi melalui selulernya tidak aktif.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)