5 Cara Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Hamil

datariau.com
650 view
5 Cara Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Hamil
DATARIAU.COM - Salah satu masalah kesehatan yang masih belum teratasi dan angka kejadiannya yang masih tinggi di Indonesia adalah Stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Di Provinsi Riau sendiri angka kejadian stunting juga masih tinggi. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat balita penderita stunting selama 2019 sebanyak 16.275 oarang. Angka ini dipastikan akan lebih tinggi lagi jika seluruh balita di Riau dilakukan pengecekan stunting.

Sejauh ini, dari 601.000 balita di Riau, ternyata baru 149.280 orang balita yang sudah dilakukan pengukuran berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Jadi masih ada 451.720 balita yang belum sempat dilakukan pengukuran tentang gizi oleh Diskes Riau.

Jadi, baru seperempat dari jumlah balita di berbagai daerah di Riau yang sudah dilakukan pengecekan. Daerah yang sudah dilakukan pengecekan seperti Rokan Hulu, Kampar, Meranti dan Rokan Hilir. Target yang disampaikan oleh Diskes Riau bahwa pada tahun 2021 seluruh daerah yang ada di provinsi Riau sudah dilakukan pengecekan dan bisa dimasukkan ke dalam lokus penanganan intervensi stunting di Riau.

Untuk menekan lajunya angka pertumbuhan stunting di Indonesia terutama di Provinsi Riau dapat dicegah sejak ibu masih dalam masa kehamilan. Karena stunting ini sudah bisa terjadi pada saat anak masih dalam kandungan, tetapi dampaknya baru terlihat saat anak telah berusia 2 tahun.

Berikut 5 cara mencegah stunting

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Salah satu cara yang ampuh dilakukan untuk mencegah masalah stunting pada anak-anak adalah selalu memperhatikan dan memenuhi gizi sang anak sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses masa kehamilan juga sebaiknya selalu rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

2. Memberikan ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

Ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, Veronika Scherbaum menyatakan air susu ib (ASI) ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI selama enam bulan kepada sang buah hati. Kenapa sih ASI itu penting dan dapat mencegah stunting? Karena Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

3. Dampingi ASI dengan MPASI sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting.
WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut harus dikonsultasikan dulu kepada dokter.

4. Terus memantau tumbuh kembang anak

Dari segi fisik, anak yang mengalami stunting biasanya mempunyai postur tubuh lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya. Jadi, penting bagi ibu untuk terus memantau tumbuh kembang anaknya, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Salah satunya adalah dengan membawa sang buah hati rutin ke posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

5. Selalu jaga kebersihan lingkungan

Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka yang kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia. Jadi,  kita juga harus selalu menjaga kebersihan lingkungan kita.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dapat memberi pengetahuan teman-teman serta dapat membantu para orang tua untuk mencegah kejadian stunting pada anaknya dan dapat menekan lajunya pertumbuhan stunting di Indonesia terutama di Provinsi Riau. (rls)

Disusun oleh: Desti Arnita Juandri
Mahasiswi Jurusan D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau
Tag:Stunting
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)