DATARIAU.COM - Berita duka datang dari tanah air, istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono meninggal dunia karena kanker darah usai dirawat di intensive care unit (ICU) National University Hospital Singapura, pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura. Kanker darah menjadi pemicu meninggalnya ibu Negara ke-6 ini setelah 4 bulan berjuang keras.
Kanker merupakan salah satu penyakit tertua dan paling tangguh di dunia. Dunia kedokteran diperkirakan masih butuh waktu lama untuk bisa menemukan obat yang efektif untuk menghadapi sel pembunuh ini. Sejauh ini terapi utama untuk melawan kanker adalah kemoterapi. Walau pengobatan ini bisa meningkatkan usia harapan hidup pasien, tapi peluang untuk sembuh total masih rendah.
Sebagai penyakit yang menyerang jaringan biologis di sekitarnya, kanker merupakan penyakit yang sulit disembuhkan. Diibaratkan sebagai pohon yang terus berkembang, sampai saat ini belum ditemukan obat mujarab yang bisa menyembuhkan kanker.
Ada sejumlah alasan mengapa para ilmuwan masih sulit menemukan obat untuk kanker. Miliaran dolar dana sudah dikucurkan untuk membiayai penelitian pengobatan kanker, tapi sebuah penelitian terbaru menyimpulkan bahwa Diagnosis kanker harus dilakukan sedini mungkin untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Meski begitu, kanker masih bisa berpotensi untuk membunuh. Dikutip dari hallosehat, Menurut data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker menduduki posisi kedua sebagai penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Lantas, mengapa pada umumnya kanker susah disembuhkan? Apakah memang tidak bisa benar-benar sembuh? Berikut ini yang menyebabkan kanker sulit di sembuhkan:
Kanker bukan penyakit tunggal
Salah satu penyebab mengapa begitu sulit untuk mengobati kanker adalah karena kanker bukanlah penyakit penyakit tunggal. Kanker itu sendiri merupakan kumpulan dari berbagai gangguan penyakit yang tergabung menjadi satu.
Dikutip dari hallosehat, Setidaknya ada 200 penyakit yang muncul dengan nama kanker. Misalnya, kanker paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker otak, dan lainnya. Setiap jenis kanker ini memiliki faktor risiko, gejala, letak organ inti yang terkena, dan cara mengatasi yang berbeda-beda.
Maka, hampir tidak mungkin untuk menyamaratakan setiap kasus kanker. Anda perlu mempelajari karakteristik setiap jenis kanker satu per satu untuk menyesuaikan jenis pengobatan yang akan dilakukan.
Kanker berasal dari tubuh sendiri
Berbeda dari kebanyakan penyakit lain yang dipicu oleh penyebab dari luar, kanker seringkali disebabkan oleh tubuh sendiri. Karena alasan inilah pengobatan kanker difokuskan pada penghancuran sel kanker yang juga bisa memicu kehancuran pada sebagian sel tubuh yang masih sehat. Hal ini tentu akan memberikan dampak buruk lain bagi kesehatan.
Gaya hidup yang tidak sehat seperti sering mengkonsumsi junkfood yang berlimpah bahan pengawet, pewarna dan pemanis memaksa sel bekerja keras melawan zat-zat kimia dalam tubuh. kerja yang terlampau keras dalam waktu yang lama inilah yang memacu perubahan struktur pada sel yang hampir rusak yang kemudian diiringi dengan perubahan fungsi. dalam jangka panjang terjadilah kanker.
Tidak ada virus atau bakteri yang menjadi sasaran
Cara kerja dari pengobatan untuk setiap penyakit adalah terfokus pada bagaimana caranya mengatasi akar penyebab dari penyakit tersebut. Misalnya, bila mengalami infeksi bakteri maka pengobatan yang dilakukan adalah menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut. Lain halnya dengan kasus kanker. Karena sel kanker tidak mudah dihancurkan dan tidak adanya bakteri atau virus sebagai sasaran, maka sangat sulit untuk menemukan pengobatan yang tepat untuk membuang penyakit ini sepenuhnya.
Awal mula munculnya sel kanker terlalu kompleks dan rumit
Kanker bermula dari sel sehat yang ada di dalam tubuh. Namun, karena satu dan lain hal, sel ini bisa lantas berubah (bermutasi) menjadi sel kanker. Proses ini disebut juga dengan karsinogenesis, yaitu proses perubahan sel sehat menjadi sel kanker. Proses ini tergolong sangat rumit karena tidak ada pemicu sederhana yang bisa menjelaskan bagaimana perubahan pada sel sehat menjadi sel kanker bisa terjadi. Ini juga disebabkan karena tubuh memiliki ribuan gen yang berbeda, sementara kanker timbul akibat mutasi gen yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan ekspresi ratusan gen tersebut. Maka, awal mula terjadinya karsinogenesis ini belum bisa dipecahkan atau dicegah.
Mungkin itulah penyebab kanker sulit di sembuhkan. sampai saat ini, berbagai pengobatan telah dikerahkan untuk membunuh sel kanker, seperti kemoterapi, operasi, radiasi, dan imunoterapi. Berbagai pilihan ini dapat Anda tentukan dengan konsultasi dokter untuk mendapatkan cara terbaik untuk jenis kanker yang dialami.
Anda juga bisa melakukan sejumlah hal yang bisa membantu melindungi diri Anda dari kanker. Misalnya, mengonsumsi antioksidan untuk menangkal radikal bebas, menggunakan tabir surya untukmengurangi efek dari sinar UV pada kulit, dan menjaga pola hidup sehat. Selain itu, ada baiknya Anda melakukan deteksi kanker sejak dini. Semakin cepat Anda bisa memulai pengobatan kanker yang baru muncul, semakin besar peluang Anda untuk sembuh dan memperpanjang harapan hidup. (*)
Disusun oleh: Ade Putra