8 Ribuan PPDP di Riau Jalani Rapid Tes Sebelum Gelar Pilkada 2020

Datariau.com
330 view
 8 Ribuan PPDP di Riau Jalani Rapid Tes Sebelum Gelar Pilkada 2020
Gambar: tribunpekanbaru.com

PEKANBARU, datariau.com - 8 ribuan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) pada sembilan kabupaten/kota menjalani rapid tes.


PPDP tersebut yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.


Seluruhnya menjalani rapid tes sebelum turun menjalankan tugasnya. Ini sebagai upaya antisipasi penyebaran covid.


"Semua petugas sudah menjalani Rapid tes di daerah masing-masing, jadi sebelum mereka turun 15 Juli sudah dirapid semuanya,"ujar Komisioner KPU Riau Divisi Perencanaan dan Data Abdul Rahman kepada tribunpekanbaru.com Senin (13/7/2020).


Menurut Abdul Rahman untuk jumlah TPS yang akan didirikan sebanyak 8.340 sedangkan jumlah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih sekitaran angka itu juga.


Sementara itu Komisioner KPU Riau Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Nugroho Noto Susanto menegaskan petugas pemutakhiran dara akan bekerja dari 15 Juli sd 13 Agustus 2020, dan berhak menerima honor sebesar Rp 800.000 hingga Rp 900.000 per bulan sesuai kemampuan daerah.


"Saya berharap PPDP dapat bertugas dengan mengedepankan profesionalitas. Akurasi data pemilih pemilihan lanjutan 2020 sangat ditentukan dari kesungguhan dalam mencocokkan dan meneliti data pemilih di tingkat RW/RW tersebut,"ujar Nugroho.


"Kami mengimbau kepada masyarakat di Sembilan daerah yang akan Pilkada agar membuka diri dan menyambut baik program serentak nasional tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih tersebut. Dengan demikian, nanti kualitas data pemilih kita menjadi lebih baik," ujar Nugi sapaan akrabnya.


Ketua KPU Riau Ilham Muhammad Yasir mengatakan petugas ini akan melaksanakan tugas pencocokan dan penelitian data pemilih istilahnya Coklit dari rumah ke rumah mencocokkan dengan data data penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) yang bersumber dari Kemendagri.


"Mereka mulai turun 15 Juli sampai 13 Agustus, kurang lebih satu bulan lamanya turun ke lapangan,"ujar Ilham.


Tentunya dengan kondisi saat ini, maka setiap petugas harus menjalankan protokol kesehatan, tidak hanya itu KPU juga harus menyiapkan rapid test dan Alat Pelindung Diri (APD) nya.


"Jadi yang berhubungan dengan masyarakat saat ini petugas coklit ke lapangan dan verifikasi faktual di Inhu untuk calon Perseorangan,"jelas Ilham.


Ilham menambahkan, pekerjaan mereka bertambah dan lebih repot lagi dengan situasi covid ini, karena selain mengerjakan tugas tekhnis, mereka juga memikirkan perlindungan diri.


"Jadi pekerjaan kita bertambah, tak hanya mengerjakan pekerjaan teknis kepemiluan tapi juga pekerjaan yang berkaitan dengan membuat perlindungan diri dari pandemi covid," ujarnya. (*)

Editor
: Samsul
Sumber
: tribunpekanbaru.com
Tag:Kesehatan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)