Sukhoi Rusia Ngotot Langgar Perbatasan Ditembak Jatuh Turki

2.989 view
Sukhoi Rusia Ngotot Langgar Perbatasan Ditembak Jatuh Turki
Sukhoi Su-24 ditembak jatuh.
ANKARA, datariau.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, berang ketika mendengar salah satu jet tempurnya, Sukhoi Su-24, ditembak jatuh pesawat tempur F-16 Turk Hava Kuvvetleri (Angkatan Udara Turki).

Tapi tindakan tegas AU Turki itu jelas dibela Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan atas pelanggaran batas udara Turki. Apalagi Sukhoi Rusia itu diklaim Turki, sudah 10 kali diperingatkan saat mendekati perbatasan.

"Meski sudah diperingatkan 10 kali dalam lima menit karena mendekati perbatasan kami, pesawat (Sukhoi) itu justru meneruskan pelanggarannya," ketus Erdogan dalam sebuah pidato di Ankara, dilansir The Jerusalem Post, Rabu (25/11/2015).

Rusia juga sedianya diklaim Turki sudah berulang kali melanggar kedaulatan udara. Beberapa waktu sebelumnya, sebuah drone atau pesawat tanpa awak, juga ditembak jatuh Turki yang diduga kuat milik Rusia.

Tapi baru kali ini pesawat berawak Rusia, benar-benar ditindak tegas dengan ditembak jatuh, Selasa, 24 November 2015 kemarin.

"Alasan mengapa insiden yang lebih buruk tak terjadi sebelumnya, adalah karena kesabaran Turki. Tak semestinya semua orang meragukan usaha kami menghindari insiden ini. Tapi semua orang harus menghormati hak Turki untuk mempertahankan perbatasannya," tandasnya.

Amerika Serikat (AS) jelas berada di belakang Turki sebagai sekutunya, soal insiden penembakan Sukhoi Su-24 Rusia oleh jet tempur F-16 Turk Hava Kuvvetleri (Angkatan Udara Turki).

Presiden AS Barack Obama, membela tindakan tegas Turki yang mempertahankan kedaulatan udaranya, seraya mencetuskan bahwa insiden itu merupakan salah Rusia sendiri.

"Insiden ini adalah klimaks dari operasi Rusia yang terus-menerus (ke posisi pemberontak Suriah)," tutur Obama, dikutip CNN, Rabu (25/11/2015).

"Mereka beroperasi terlalu dekat dengan perbatasan Turki dan mereka hendak mengejar oposisi (pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad) yang tak hanya didukung Turki, tapi juga sejumlah negara," tandasnya singkat.

Ikuti perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau bisa juga (Disini)



Sumber: Okezone.com


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)