SIAK, datariau.com - Setelah berbagai keprihatinan mengenai kondisi sawah yang mengalami kekeringan di Kecamatan Bungaraya, Siak, langkah-langkah konkrit pun diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
Upaya perbaikan sistem irigasi yang telah dilakukan dengan tekun, akhirnya membuahkan hasil positif dalam mendukung para petani setempat.
Beberapa waktu lalu, pemberitaan tentang sawah kering dan kendala dalam pengairan di Kecamatan Bungaraya telah mencuat di media.
Namun, berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Siak dan pihak terkait, situasi tersebut kini telah berbalik arah. Berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memperbaiki sistem irigasi di daerah ini.
Pemerintah Kabupaten Siak menyadari pentingnya menangani permasalahan ini dengan segera. Dalam pandangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak Indra Gunawan, situasi ini adalah masalah yang memerlukan tanggapan cepat untuk menjaga swasembada pangan dan menjamin kelangsungan mata pencaharian petani.
Dia menyatakan dalam situasi seperti ini, respons Pemkab Siak haruslah tanggap. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci dalam mengatasi masalah ini.
Langkah konkrit yang diambil adalah memperbaiki sistem pompanisasi yang telah ada di Kecamatan Bungaraya. Meskipun terdapat kendala dalam pengoperasiannya sebelumnya, upaya perbaikan telah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Pejabat Teknik Pengairan Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak Ulpuadi ST menyampaikan pihaknya bersama dengan tim dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) telah memaksimalkan pompanisasi ini.
Alhamdulillah sudah dapat beroperasional walaupun belum sepenuhnya seharian mengingat ini adalah salah satu solusi dari persoalan kemarau saat ini, sehingga kemampuan pompa adalah bagian dari persoalan kebutuhan air dari hamparan sawah kecamatan Bungaraya yang lebih kurang seluas 2002 ha lebih.
"Pada Selasa kemarin kami rapat terkait masalah sawah yang kering di Bungaraya, dan hari Rabu kami turun bersama pihak Balai untuk uji coba pompanisasi yang baru. Kami masih terus mencarikan solusi untuk masalah tersebut, alhamdulillah beberapa hari ini sudah mulai hujan walaupun belum merata dan kita berdoa agar hujan membantu situasi," ujar Ulpuadi.
"Selain itu, sumber air lain juga sedang diupayakan misalnya dari sungai-sungai kecil sekitar yang mulai mendangkal juga sudah mulai dilakukan pembersihan," jelasnya.
Dikatakan Ulpuadi, hasil dari upaya perbaikan ini mulai terlihat. Air dari sistem pompanisasi yang telah diperbaiki kembali mengalir dan mengairi sejumlah lahan pertanian.
Petani-petani Kecamatan Bungaraya melaporkan mereka telah melihat perubahan positif dalam kondisi lahan mereka.
Sementara salah seorang petani Feri menyatakan, telah melihat dengan adanya perbaikan pengairan ini.
"Kami sudah melihat adanya perbaikan dalam pengairan. Ini sangat penting karena memungkinkan kami untuk menyemai dan menanam sesuai jadwal yang telah ditetapkan," kata Feri.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak Irwan Saputra menyampaikan dalam hal ini telah mengkoordinasikan kebutuhan petani akan air ini dengan pihak terkait seperti Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak, BWSS provinsi pihak kecamatan dan mengaktifkan kelompok P3A yang ada.
"Kami melihat adanya solusi nyata dalam masalah pengairan yang kami hadapi. Meskipun masih ada tantangan, langkah-langkah positif yang diambil memberikan harapan baru bagi petani di Bungaraya," kata Irwan.
Upaya perbaikan sistem irigasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan solusi dalam mengatasi tantangan pertanian.
Dengan sistem pompanisasi yang telah diperbaiki dan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengairan yang cukup, petani di Kecamatan Bungaraya kini memiliki harapan yang lebih baik dalam menjaga hasil panen dan swasembada pangan di wilayah ini.(inf)