DATARIAU.COM - Peristiwa gempa yang menhacurkan dan memporak-porandakan segala apa yang ada di muka bumi ini mengingatkan kita pada peristiwa kehancuran alam ini.
Seringnya terjadi gempa adalah pertanda semakin dekatnya hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم وتكثر الزلازل)) رواه البخاري
“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai diangkatnya ilmu dan banyaknya terjadi gempa”.
Ketika kiamat terjadi bumi akan bergoncang dengan gocangan yang luar biasa dahsyatnya, tidak mungkin diukur dengan scala righter lagi, sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) [الزلزلة]
”Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya”.
Kedahsyatan goncangan bumi pada saat kiamat tiba menjadikan bayi-bayi yang sedang dalam susuan terpelanting dari pelukan ibunya dan ibu-ibu yang sedang hamil keguguran. Manusia bejalan dengan sempoyongan bagaiakan orang mabuk. Padahal mereka tidak mabuk akan tetapi disebabkan azab yang amat keras.
Sebagaimana Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ [الحج/1، 2]
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat. Pada hari itu kamu melihat setiap wanita yang menyusui anaknya lalai dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah sangat kerasnya”.