8 Hal yang Seharusnya Dilakukan Kaum Muslimin Untuk Merayakan Hari Raya Idul Fitri

datariau.com
2.028 view
8 Hal yang Seharusnya Dilakukan Kaum Muslimin Untuk Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Kedelapan, refreshing yang diperbolehkan

Mubah hukumnya untuk mengajak keluarga bertamasya, piknik ke tempat-tempat yang indah, atau melakukan aktifitas di luar ruangan. Misalnya, pergi refreshing ke gunung maupun ke pantai saat hari raya. Sebagaimana diperbolehkan juga untuk mendengar nasyid yang tidak ada musiknya.

Hal tersebut pernah juga terjadi di zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangiku, sedangkan di sisiku ada dua orang budak anak perempuan yang sedang menyanyi dengan lagu-lagu bu’ats. Maka beliau berbaring di atas tikar dan memalingkan wajahnya. Lalu Abu Bakar datang dan langsung menghardikku, ‘Seruling setan ada di samping Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam?’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapnya sambil berkata, ‘Biarkan keduanya.’ Maka ketika dia lengah, aku isyaratkan keduanya untuk keluar. Hari itu adalah hari raya. Orang-orang hitam sedang bermain-main dengan alat perang. Entah aku yang meminta Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam atau dia yang berkata, ‘Engkau ingin melihat?’ Aku berkata, ‘Ya.’ Lalu beliau menempatkan aku di belakangnya. Pipiku menempel di pipinya. Lalu dia berkata, ‘Lanjutkan permainan kalian, wahai Bani Arfadah.’ Dan ketika aku telah merasa bosan dia bertanya, ‘Sudah cukup?’ Aku berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Pergilah.’ (HR. Bukhari no. 907 dan Muslim no. 829).

Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di hari tersebut bersabda,

“Agar orang Yahudi mengetahui bahwa dalam agama kami terdapat kelapangan. Sesungguhnya aku diutus dengan ajaran yang penuh toleran.” (Musnad Ahmad, 50: 366. Dinyatakan hasan oleh para ulama, dan Al-Albany menyatakan bahwa sanadnya bagus dalam silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 4: 443)

Sebagai penutup ada sebuah nasihat indah yang disampaikan oleh Syekh Utsaimin Rahimahullah. Beliau berkata,

“Apa yang dilakukan di tengah masyarakat saat hari ‘Ied, baik itu memberikan hadiah, menghidangkan makanan, saling mengundang, berkumpul, dan bergembira, merupakan adat yang tidak dipermasalahkan. Hal ini karena dilakukan pada hari ‘Ied. Bahkan, riwayat tentang masuknya Abu Bakar Radhiallahu’anhu ke rumah Aisyah Radhiallahu ‘anha terdapat dalil bahwa syariat memberikan kemudahan dan keringan bagi hamba dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bergembira pada hari ‘Ied” (Majmu’ Fatawa Syaikh Utsaimin, 16: 276).

Taqabalallahu minna wa minkum.

Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 H.


Semoga Allah menerima semua amal indah kita di bulan Ramadhan. Menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang sukses mendapatkan ampunan Allah Ta’ala.

Wallahu A’lam Bisshowaab.

Referensi:

Lathoif Al Ma’arif karya Imam Ibnu Rajab Rahimahullah.

Fatawa Syaikh Utsaimin.

Diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari web: islamqa.info (website tersebut di bawah pengawasan langsung Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid Hafidzhohullah).


Penulis: Muhammad Idris, Lc.
Artikel: Muslim.or.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)