Mengaku Diintervensi, Guru MDTA Pekanbaru Lapor ke Komisi III

1.275 view
Mengaku Diintervensi, Guru MDTA Pekanbaru Lapor ke Komisi III
Suasana pertemuan guru MDTA dengan Komisi III. (foto: msf)
PEKANBARU, datariau.com - Puluhan guru dari Forum Kominikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) atau dikenal dengan guru MDTA Kota Pekanbaru mendatangi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru untuk menyampaikan keluhkan mereka, Selasa (8/12/2015). Para guru ini mengaku mendapat tekanan dan intervensi serta ancaman yang dilakukan oleh Kasi KD Pontren Kemenang Kota Pekanbaru.

Ketua FKDT kota Pekanbaru Nasruddin di hadapan Komisi III mengatakan, sesuai dengan surat edaran tentang Pelatihan Kompetensi Guru MDTA yang langsung ditandatangani oleh Kasi KD Pontren yakni Drs H Damhir MPd I, para guru dimintai sumbangan sebesar Rp 50.000 setiap guru untuk keperluan snack, makan, sertifikat dan narasumber.

"Namun yang kita sayangkan adanya tekanan atau intervensi serta ancaman kepada guru MDTA, dimana kalau para guru tidak ikut dalam pelatihan kompetensi guru tersebut maka kami tidak akan menerima dana insentif di tahun 2016," ujar Nasruddin.

Para guru ini juga mengaku intervensi dari pihak Kemenag Kota Pekanbaru sangat tidak pantas, karena dana insentif tersebut merupakan dana Pemko Pekanbaru dan bukan dari anggaran Kemenang. Disamping itu, kata Nasruddin, surat edaran tersebut tidak ada diketahui oleh kepala Kemenag Kota Pekanbaru.

"Jadi kenapa pula pihak Kasi KD Pontren melakukan ancaman seperti itu, padahal kepala Kemenag saja tidak tahu," ujar Nasruddin.

Salah satu guru MDTA yang hadir saat itu, meminta namanya tidak disebutkan menjelasknan bahwa awalnya para guru MDTA diwajibkan untuk mengikuti setiap pelatihan, dikenakan biaya Rp50 ribu per guru.

"Pelatihan ini kami nilai abal-abal, seharusnya pelatihan tersebut bertumpu pada materi-materi pelajaran, tapi ini tidak. Bahkan surat edaran tersebut termuat penekanan terhadap para guru, kalau tidak ikut pelatihan potensi guru, maka insentif guru tidak diterima. Bahkan kami meminta data penerima insentif juga tidak diberikan, bahkan kami menduga ada permainan oknum Kemenag Kota Pekanbaru," ujarnya menduga.

Wakil Komisi III DPRD Kota Pekanbaru H Zulkarnain SE MSi yang menerima kedatangan para guru ini mengatakan, bahwa pihaknya di Komisi III akan menerima laporan para guru FKDT atau guru MDTA serta akan menyelesaikan persoalan ini dengan memanggil Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk mempertanyakan dana insentif tersebut.

"Sebenarnya tidak ada hak orang Kemenag Kota Pekanbaru untuk melakukan pemotongan dana insentif tersebut, apalagi kata para guru tadi, soal surat edaran itu tidak diketahui Kepala Kemenag Pekanbaru. Ini akan kita tindaklanjuti nanti," tutur Zulkarnain.

Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Edwar S Umar saat dikonfirmasi prihal ini malah membantah adanya intervensi Kasi Pontren terhadap guru MDTA yang tidak mengikuti kompetensi guru.

"Saya tidak ada mendengar soal tersebut. Mengenai surat edaran tersebut yang tidak diketahui oleh saya, itu sah-sah saja dan untuk kebaikan tidak ada masalah," ujar Edwar S Umar singkat melalui selulernya.

Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)

(msf)

Tag:GuruMDTA