PEKANBARU, datariau.com - Dua bulan sudah proses belajar mengajar di Kota Pekanbaru tidak normal. Akibat libur anak-anak terancam ketinggalan pelajaran.
Untuk mengatasi agar anak-anak tidak ketinggalan pelajaran, guru diminta membuat modul pelajaran untuk dikerjakan pelajar selama libur di rumah.
"Kita sudah sarankan agar dibuat modul, namun sampai saat ini belum ada dilaksanakan oleh guru-guru. Kita sangat menyayangkan hal ini," ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM kepada datariau.com, Senin (16/10/2015).
Dijelaskan Nofrizal, dengan adanya modul ini maka seorang guru seperti berada di depan murid-muridnya saat murid membaca dan mempelajari modul tersebut di rumah. Jika hanya diberikan soal yang harus dijawab murid, maka tidak akan efektif.
"Dengan modul ini juga nantinya anak-anak belajar di rumah lebih terarah. Ada juga buku referensi yang bisa dicari oleh orangtua murid untuk penunjang belajar di modul ini. Namun sampai saat ini, pemantauan kita di lapangan hampir semua anak-anak yang libur tidak mendapatkan modul, hanya diberikan soal saja yang harus dikerjakan murid," tutur Nofrizal lagi.
Nofrizal meminta agar guru lebih proaktif membuat mensiasati libur kabut asap ini. Seperti dengan adanya modul ini, maka pelajaran tetap bisa diberikan kepada murid di rumah. "Kan guru libur, di rumah bisa dibuat modul ini dan dibagikan ke murid," ujar Nofrizal lagi.
Jika modul tersebut tebal dan memerlukan uang untuk foto kopi, Nofrizal menyarankan guru bisa menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) atau juga dana penanganan bencana.
"Semua kelas harus dibuat, kan guru libur, di rumah bisa bikin modul. Kalau hanya soal yang diberikan maka anak-anak akan jenuh, guru harus kreatif," terangnya.
Komisi III juga akan mengunjungi beberapa sekolah di Pekanbaru yang masih melaksanakan proses belajar mengajar. "Komisi III akan mengunjungi beberapa sekolah yang masih aktif melaksanakan proses belajar mengajar. Swasta dan negeri besok, Selasa 27 Oktober 2015 pagi," pungkasnya. (rik)