PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono menyayangkan sekaligus kecewa atas sikap arogan oknum aparat kepolisian yang memukul wartawan hingga kepalanya bocor saat kongres HMI.
"Kenapa harus memukul wartawan. Wartawan dan media itu sangat penting dalam menyampaikan informasi agar diketahui publik," kata Sigit, Ahad (6/12/2015).
Dikatakan Sigit, jika seorang menganggap wartawan atau media itu suatu ancaman dan hambatan itu merupakan sikap yang salah. Aksi pemukulan wartawan yang terjadi saat Kongres HMI akan menjadi bahan pertanyaan publik.
"Media berhak menyampaikan informasi baik jelek maupun tidak. Jadi, harus tahu dan tidak boleh semena-mena memukul wartawan, apalagi menyangkut pemberitaan yang umum," katanya lagi.
Politisi Demokrat ini juga menegaskan, bahwa kehadiran wartawan dan media massa di Pekanbaru telah banyak membantu kepala daerah atau kebijakan daerah tentang pembangunan di daerahnya, sehingga kekerasan yang digunakan kepada wartawan tidaklah tepat dilakukan.
"Kalau ada masalah terkait pemberitaan, seharusnya yang bersangkutan dipanggil dan dirangkul untuk menyelesaikan persoalan, serta memberikan hak jawab, jelaskan duduk persoalannya," tuturnya.
Dikatakan Sigit, kedepan semua aparat penegak hukum atau pejabat publik sekalipun, agar memberikan ruang yang baik dan benar kepada wartawan atau media yang membantu dalam hal publikasi, mengingat sudah ada aturan kerja wartawan atau media massa tersebut diatur Undang-Undang.
"Media merupakan perpanjangan tangan, mulut untuk berbicara, bagaimana situasi yang kurang baik menjadi baik, juga mengekspose tentang kelebihan yang kita lakukan kepada orang lain, sehingga bisa diketahui sejauh mana kinerja kita," pungkasnya.
Sebagamana diberitakan sebelumnya, Zuhdi Febrianto, seorang wartawan media online lokal menjadi korban penganiayaan saat meliput Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di gelanggang Olahraga Remaja (GOR) jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau. Diduga, dia dianiaya polisi yang tengah menjaga jalannya kongres, Sabtu (5/12/2015).
Zuhdy dipukul dengan rotan mengakibatkan kepalanya bocor. Dia juga ditendang setelah mengabadikan gambar saat seorang peserta kongres diamankan polisi karena dianggap mengganggu ketertiban Kongres HMI. Baca:
Ambil Foto Kongres HMI, Kepala Wartawan Dipukul Oknum Polisi Hingga BocorKumpulan berita kongres HMI di Riau, Klik (Disini) atau (Disini)(ndp)