PEKANBARU, datariau.com - Majelis Tarjih Muhammadiyah Riau yang dipimpin Ust DR Abdul Wahid, DR Afrizal Nur dan rekan-rekan melakukan dakwah di desa-desa terpencil. Salah satunya di Desa Tanjung Pal, Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.
Dalam dakwah ini majlis tarjih Muhammadiyah sudah mengislamkan sebanyak 4 Kepala Keluarga di Dusun Mungkal dan 32 Kepala Keluarga di Tanjung Pal. Majelis Tarjih Muhammadiyah juga telah menyiapkan bahan-bahan untuk membangun Mushala Taqwa di desa itu.
"Alhamdulillah niat kita untuk membangun Mushala Taqwa di Desa Tanjung Pal terkabulkan, ini dapat kita lihat dengan sudah adanya bahan-bahan bangunan yang telah kita bawa ke desa ini. Insyaallah kita akan secepatnya untuk membangun tempat ibadah ini agar segera dapat digunakan oleh para muallaf di sini," kata Afrizal Nur, kepada datariau.com, Ahad (16/11/2014) kemarin.
Untuk menguatkan keimanan para muallaf di desa yang telah dibina, maka Majelis Tarjih Muhammadiyah akan menempatkan tenaga penyuluh agama di desa tersebut. Ini akan memperkuat keislaman para muallaf yang telah dibina.
"Untuk kedepannya kita akan menempatkan tenaga penyuluh agama dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, gunanya agar syiar dakwah ini terus berjalan. Terkait dengan biaya tananga penyuluh itu akan dibiayai oleh kita secara bahu-membahu. Jumlah muallafnya sampai sekarang sudah 4 KK, dan di Tanjung Pal totalnya ada 32 KK muaalaf," terangnya.
Ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah DR Abdul Wahid, menghimbau kepada seluruh jemaah agar dalam menyampaikan siar dakwah ini betul-betul ikhlas, karena jika tidak ikhlas dakwah Islam ini sulit untuk diterima dari kalangan mereka yang awam.
"Kita di sini harus membuat orang daerah ini ikhlas untuk memeluk Islam. Kita tidak menjanjikan macam-macam kecuali syurga yang akan didapatkan para muallaf ini nantinya," kata Abdul Wahid yang juga Ketua PWM Muhammaiyah.
Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu muallaf di daerah ini adalah adanya tempat ibadah dan tempat mereka menuntut ilmu agama. Maka dibangunlah mushala di daerah tersebut sebagai wadah para muallaf menuntut ilmu agama dan beribadah.
Adapun biaya dalam pembuatan mushala tersebut adalah sumbangan dari keluarga besar Muhammaiyah Riau yang dikumpulkan pada saat safari Ramadhan bulan kemarin 1434 hijriah. "Semoga ada donatur yang dapat membantu kita kedepannya," harap Abd Wahid. (wan)