Rawan Menjadi Sarang Kejahatan, DPRD Minta Aparat Pro Aktif Awasi Rumah Kontrakan

datariau.com
1.707 view
Rawan Menjadi Sarang Kejahatan, DPRD Minta Aparat Pro Aktif Awasi Rumah Kontrakan
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Keberadaan rumah kontrakan rawan menjadi tempat kejahatan seperti prostitusi, narkoba, maupun jadi persinggahan pelaku kejahatan. Untuk itu perlu pengawasan ekstra untuk rumah kontrakan, harus jelas asal usul si penghuni.

Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Inhu Mariadi yang mengaku turut prihatin kondisi rumah kontrakan belakangan ini di Inhu yang membuat sebagian masyarakat resah. Bahkan dari pemberitaan media massa yang dia baca, kasus rumah kontrakan yang meresahkan warga sudah semakin mencuat belakangan ini.

"Seingat saya terhitung sudah dua kali ini media Data Riau mengangkat tentang berita rumah kontrak yang diduga jadi tempat prostitusi terselubung dan penggunaan narkoba. Untuk itu kami minta perangkat desa dan kelurahan maupun pihak kepolisian untuk lebih pro aktif lagi mengawasi rumah kontrakan kalau ingin daerah atau kampung kita terbesas dari perbuatan mesum dan narkoba," ujarnya, kemarin.

Seperti baru-baru ini di Kelurahan Kembang Harum, di salah satu rumah kontrakan disinyalir dijadikan tempat prostitusi dan penggunaan narkoba, warga pun sempat melakukan penggrebekan namun belum mendapatkan bukti adanya praktek prostitusi di rumah tersebut, hanya saja di belakang rumah ditemukan barang semacam bong shabu.

"Jika memang itu terjadi, kita minta perangkat RT, RW maupun lurah segera mengusir orang yang sewa rumah tersebut. Hal-hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena kita takut anak-anak terpengaruh dan menjadi rusak moralnya," pintanya.

Sementara itu, Lurah Kembang Harum Marliyus saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil kemarin turun ke lapangan dan bertanya kepada salah satu tetangga, memang benar di rumah tersebut sering kedatangan tamu laki-laki.

"Berdasarkan informasi dari warga, saya sudah tegaskan ke RT, RW maupun KL untuk segera suruh pindah penghuni rumah kontrakan tersebut. Selain permasalahan itu, ternyata  penghuni rumah kontrakan juga belum ada melapor ke RT atau RW," ujar Lurah.

"Berdasarkan hal tersebut, kemarin saya minta RT dan RW untuk segera memberi tahu ke penghuni rumah kontrakan untuk secepatnya pergi dari Kelurahan Kembang Harum sebelum kembali warga melakukan penggerebekan," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)