Proyek Infrastruktur Sering Ambruk, Dewan Akan Panggil Pihak Terkait

datariau.com
889 view
Proyek Infrastruktur Sering Ambruk, Dewan Akan Panggil Pihak Terkait
Proyek Infrastruktur Sering Ambruk, Dewan Akan Panggil Pihak Terkait. (Foto: Sindonews.com)

JAKARTA, datariau.com - Komisi V DPR mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam program pembangunan infrastruktur. Hanya sepekan setelah selasar Gedung BEI ambruk, kejadian serupa juga terjadi di proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome.

"Dulu di Cikampek, kemudian di Bogor, sekarang Jakarta. Sepertinya tidak ada keseriusan pemerintah dalam menangani kasus serupa," kata anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi pada Senin, 22 Januari 2018  di Gedung DPR.

Menurutnya, robohnya konstruksi jalan bukan yang pertama terjadi. Pada 16 November 2017 lalu misalnya kejadian serupa terjadi di Cikampek dan mengakibatkan macet parah. Berbagai kejadian tersebut membuat Nurhasan menyatakan geram dengan kementerian terkait.

Penyebab robohnya kontruksi LRT, masih di investigasi dan belum ada keterangan lebih lanjut. Nurhasan berpendapat bahwa kecelakaan ini akibat proyek pembangunan dari pemerintah yang dilaksanakan serentak dan mengejar target.

"Saya menduga ada beban moral para pekerja akibat deadline yang diberikan mepet. Sehingga penyelesaian di kejar-kejar, minim pengawasan dan menimbulkan resiko ketelitian dan kecelakaan yang besar," ujarnya.

Dengan kasus ini, politisi PKS ini menuturkan, Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur dan perhubungan akan tegas terhadap kasus ini. "Kita akan panggil kementerian terkait dan akan kami tindak tegas. Kita tidak ingin menambah korban serta mencoreng pencapaian infrastukrur Indonesia," tegasnya.

Begitupun dengan Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro menyesalkan robohnya konstruksi LRT. Dia pun mempertanyakan apakah pengerjaan proyek LRT tersebut sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Kalau baru mau dibangun sudah ambruk, ini kan pasti pengerjaannya bermasalah dan tidak sesuai dengan RAB," ucapnya  saat dihubungi.

Politisi Partai Gerindra ini meminta kementerian maupun rekanan tidak main-main dalam pengerjaan proyek infrastruktur yang dilakukan. Dia menekankan pentingnya pengerjaan proyek yang sesuai dengan RAB. Dengan demikian, kualitas hasil pengerjaan akan baik dan tidak akan ambruk.

"Kami minta kepada instansi terkait untuk bertanggung jawab atas insiden ini," ungkapnya.

Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)