DPRD Sayangkan PAD Pekanbaru Masih Bocor Dimana-mana, Coba Manfaatkan Teknologi yang Ada

datariau.com
1.573 view
DPRD Sayangkan PAD Pekanbaru Masih Bocor Dimana-mana, Coba Manfaatkan Teknologi yang Ada
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Pendapatan Asli Daera (PAD) Kota Pekanbaru setiap tahunnya jarang memenuhi target yang sudah ditentukan, bahkan banyak PAD dari berbagai sektor yang mengalami kebocoran.

Komisi II DPRD Kota Pekanbaru juga sayangkan tidak dimanfaatkannya teknologi yang ada untuk meraup potensi keuangan daerah yakni dengan melakukan pengawasan secara online kepada setiap pelaku usaha yang terdata di Pekanbaru.

"Tidak jelas penegakan Perda di Pekanbaru ini, sehingga PAD bocor. Lihat saja banyak persoalan yang baru terungkap setelah dijadikan bahan pemberitaan. Pemko sangat lemah," kata Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi, Selasa (25/7/2017).

Lemahnya perekonomian nasional, ujar Roem Diani, tidak bisa dijadikan alasan dalam segi pendapan asli daerah. Mengingat pembangunan dan tempat usaha selalu saja menjamur di setiap sudut Kota Pekanbaru.

"Mana ada dampak lemah dan dilemahkan soal PAD. Lihat saja bangunan baru yang megah di Pekanbaru terus menjamur, ritel-ritel modern seakan merajai pasaran, restoran dan rumah makan terus berkembang. Kemana uang pajak mereka?," tutur Roem heran.

Sementara itu, lanjut Roem, yang sangat disayangkan, Pemerintah Kota Pekanbaru yang hingga saat ini tidak memanfaatkan teknologi untuk meraup keuangan daerah. Mengingat sistem tersebut sudah dipelajari DPRD dan diajukan ke Pemko Pekanbaru.

"Harusnya Pekanbaru ini sudah terapkan sistem perizinan dan pembayaran online, sehingga uang yang masuk langsung ke kas daerah. Tapi hingga saat ini tidak ada realisasinya," ucap Roem.

Politisi PKS ini juga membeberkan bahwasanya sistem perizinan dan pembayaran online tersebut sebenarnya pernah diuji coba oleh Dispenda, dan hasilnya sangat luar biasa. Dalam 5 hari penerapan sistem, uang yang masuk ke kas daerah sangat besar.

"Nah, ini yang kita bingungkan kenapa bisa dihentikan, dan DPRD hingga saat ini tidak pernah menerima alasannya," tandasnya.

Editor
: Riki
Sumber
: Halloriau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)