ROHIL, datariau.com - Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK pimpin langsung pelaksanaan anev vaksinasi di wilayah kecamatan Bangko dan kecamatan Pekaitan, Senin tgl 7 Februari 2022 pagi di aula kantor Lurah Bagan Kota.
Kegiatan mengikutsertakan Camat Bangko Aspri Mulya, Kapolsek Bangko AKP Dedi Susanto SH, Wadanramil 01 Bangko Kapten ARH S Siregar, Camat Pekaitan Taryono SE, Ka Pol Subsektor Pekaitan IPTU Faisal, Panit Reskrim Polsek Bangko IPTU Jonera Putra, Kapus Bagansiapiapi dr Erwinto, Kapus Pekaitan dr Yudi, Korwil Pendidikan Kecamatan Bangko H Ramli, Korwil Pendidikan Kecamatan Pekaitan Iskandar, seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Bangko, Babinsa Koramil 01 Bangko serta lurah dan penghulu se kecamatan Bangko dan Pekaitan.
"Penanganan covid 19 terutama masalah vaksinasi ini sesuai dengan intruksi dari Presiden merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai aparatur negara. Kita harus mengatur strategi untuk membantu Dinkes dalam menyuskseskan pelaksanaan vaksinasi. Diharap pada akhir bulan Februari nanti vaksinasi tahap 2 di Kecamatan Bangko dan Pekaitan bisa dikejar mencapai 50 persen sesuai dengan target yang sudah ditentukan dari pemerintah. Untuk vaksin anak pada bulan Februari seharusnya sudah terlaksana 100 persen, namun dikarenakan beberapa kendala maka belum bisa terlaksana, namun seiring dengan berjalannya waktu kita harap target bisa tercapai," kata Kapolres Rohil.
Ia juga meminta para lurah dan penghulu untuk dapat membantu pelaksanaan vaksinasi dengan mendata warga masyarakatnya yang belum melaksanakan vaksin, sehingga nanti masyarakat yang belum melakanakan vaksinasi tersebut bisa dilakukan secara door to door akan didatangi Bhabinkamtibmas dan Babinsa beserta tenaga kesehatan untuk dapat melaksanakan vaksinasi di tempat.
Dalam pencapaian dan memaksimalkan vaksinasi terhadap 3 desa yang terkendala karena beberapa faktor, di Kecamatan Pekaitan yakni Kep Pekaitan, Kep Sei Besar dan Kep Kubu 1, Kapolres Rokan Hilir mengatakan agar pada saat anev kali ini untuk mengetahui kendala di lapangan dan mencari solusi sebagai jalan keluar serta memotivasi para perangkat pemerintah dan juga petugas vaksinator untuk tetap semangat melaksanakan vaksinasi demi mendukung progaram dari pemerintah dalam peanggalungan wabah pandemi covid 19.
"Terhadap 3 desa tersebut akan kami drop tenaga kesehatan dan vaksinator serta personil yang akan dilibatkan guna mempermudah masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi, sehingga tidak ada lagi kendala yang kita temui, namun terhadap penghulu 3 desa tersebut kita minta pendataan awal terhadap warga yang belum vaksin dan yang akan vaksin lanjutan. Personil yang akan dilibatkan akan standby di 3 desa sehingga dapat dipastikan masyarakat yang akan melaksanakan vaksinasi terlayani dengan baik," pungkasnya. (den)