Wartawan Kehilangan Kamera Drone di Sekretariat Tim Kreatif Disporapar Meranti, 2 Terduga Pelaku Ditangkap Polisi

datariau.com
1.129 view
Wartawan Kehilangan Kamera Drone di Sekretariat Tim Kreatif Disporapar Meranti, 2 Terduga Pelaku Ditangkap Polisi

MERANTI, datariau.com - Tim Tindak Unit Reskrim Polsek Tebingtinggi Kepulauan Meranti berhasil menangkap maling dalam waktu 1x24 jam. Dua orang tersangka akhirnya diamankan.

Bergeraknya Tim Tindak Unit Reskrim Polsek Tebingtinggi ini setelah adanya laporan dari Wan Fahmi, Kamis (1/2/2024) siang. Fahmi merupakan salah satu wartawan di Kepulauan Meranti dari organisasi PWI.

Menurut Fahmi, dia baru saja kehilangan barang berupa 1 unit lengkap drone mavic air 2 dan satu unit stabilizer DJI Ronin. Selain itu, kamera temannya dari Sanggar Kemas juga kehilangan dalam musibah ini.

Diceritakan Fahmi, Rabu (31/1/2024) malam, mereka ngumpul di Sekretariat Tim Kreatif Disporapar untuk membicarakan pekerjaan syuting profile Imigrasi Selatpanjang.

Menjelang tengah malam, Fahmi dan kawan-kawan pulang ke rumah dan meninggalkan alat-alat keperluan syuting di sekretariat yang terletak di Taman Cikpuan Jalan Merdeka Selatpanjang.

"Kamis pagi, sekitar pukul 09.45 WIB, kami mendapati kantor sudah dalam keadaan berantakan. Kaca pintu pecah dan alat-alat hilang," ujar Fahmi kepada media.

Setelah mengetahui menjadi korban kemalingan, Fahmi langsung membuat laporan ke Polsek Tebingtinggi.

Laporan Fahmi diterima Kepala SPKT, Aiptu Hadi Supratman dan teregistrasi dengan Nomor STPL/B/IV/II/2004/SPKT/.

Mendapat laporan ini, Tim Tindak Unit Reskrim Polsek Tebingtinggi yang dipimpin Bripka Riki Ikhwan langsung bergerak.

Setelah turun ke TKP, tim langsung melakukan penyelidikan. Tak lama, kurang dari 24 jam, tim berhasil mengantongi identitas pelaku.

Pelaku utama, Yun (23) diamankan di Jalan Banglas Selatpanjang saat membeli makanan pesanan warga.

Sementara ADS (18) diamankan di Jalan Kartini. Kedua pemuda yang merupakan driver online ini diamankan Jumat (2/2/2024) sore.

Menurut Yun, dia nekad masuk ke sekretariat itu hanya untuk mengambil gitar. Uang penjualan gitar, rencananya untuk membayar hutang ke ADS sebesar Rp 800 ribu.

"Biasanya saat menunggu orderan, saya sering duduk di gerobak juice tak jauh dari sana. Saya sering mendengar orang bermain musik di dalamnya," kata Yun kepada wartawan, Jumat malam.

Setelah berhasil masuk sekretariat dengan memecahkan kaca, Yun mengaku langsung mengincar gitar. Saat itu juga, Yun sempat masuk ke ruangan lain, dia menemukan lalu membawa pergi barang berharga berupa drone, kamera dan stabilizer.

"Saya sendiri masuk. Barangnya saya bawa dan simpan di rumah. Untuk kamera, saya minta bantu dia (ADS, red) yang menjualnya," beber Yun.

Penulis
: Putra
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)